Zekr : Aplikasi Qur’an Lengkap dengan Terjemah dan Murottal
Zekr adalah sebuah piranti lunak al-Quran open source yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Java. Zekr dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk menelusuri dan melakukan pencarian terhadap teks al Quran. Karena dibangun dengan Java, maka Zekr dapat bersifat lintas-platform (Windows, Mac dan Linux). Menurut pengembangnya, mereka berprinsip bahwa “Never Profit Off The Prophet”, sehingga aplikasi ini akan terus tersedia gratis, open source
Zekr memiliki kemampuan untuk mengakomodasi beberapa jenis fasilitas tambahan (add-on) antara lain : terjemahan dalam berbagai bahasa, themes, serta bacaaan Quran dari berbagai qari. Zekr juga memungkinkan pencarian ke dalam setiap terjemahan baik dengan metode indeks (berbasis Lucene) maupun dengan metode biasa.

Tampilan Layar Utama Aplikasi Zekr
Saya menyimpan Zekr versi 1.0 (Windows Portable) di sini:
http://www.indowebster.com/zekr_1_0_0_windows_portable_jre.html
Untuk terjemahannya, ada dua macam, masing-masing saya simpan di sini:
http://www.indowebster.com/id_muntakhab_trans.html
http://www.indowebster.com/id_indonesian_trans.html
Sedangkan murottal ayat-per-ayat saya simpan di sini:
http://www.4shared.com/file/vEQ4ewEv/hudhaifi-32kbps-offlinerecit.html
Mudah-mudahan bermanfaat.
Kalender muslim 2012 M (1433 H)
Tak terasa, sudah masuk bulan November. Berkurang lagi kuota umur nih. Biasanya di sekitaran bulan Desember inilah saya sibuk hunting kalender. Ya, bagi saya, tahun baruan hanyalah sesederhana itu: beli kalender baru.
Belakangan ini saya sedang senang-senangnya mencetak sendiri berbagai macam hal yang berbau kertas. Mulai dari foto, kartu nama, dan beberapa cover buku untuk kamuflase sampul catatan saya yang berserakan di mana-mana.
Nah, mengikuti tren itu, saya berniat mencetak sendiri kalender saya. Toh sekarang banyak tuh print instan di mall-mall. Kebetulan, ketika kadar religiusitas saya sedang naik, saya nemu kalender muslim di internet. Kalender ini ditulis dalam huruf dan angka Arab, meski ada juga huruf dan angka latin-nya. Yang huruf dan angka Arab merujuk pada kalender muslim (bulan dan tahun Hijaiyah) sedangkan yang dalam huruf dan angka latin merujuk pada kalender Masehi.
Di situ sudah tertera berbagai hari-hari besar Islam, seperti misalnya hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), awal Ramadhan, Isra’ Mi’raj, dsb. Satu-satunya kekurangan kalender ini hanyalah tidak ada catatan hari libur nasional versi Indonesia….
Jika berminat, silakan unduh di sini (Indowebster, 17MB).
Atau dapat juga diunduh di link ini (4shared, 17 MB).
Jangan Waktu Jum’at-an Kenapa Sih?
Hampir di setiap masjid, atau musholla, sekarang ini diberi gambar atau tulisan yang intinya kira-kira “Matikan HP ketika sedang beribadah”.

Saya sendiri ngga terlalu patuh dengan himbauan itu, selain karena jarang juga yang menghubungi saya, biasanya HP sudah dalam modus silent atau getar kecuali waktu di rumah. Tapi saya sering juga beberapa kali terganggu dengan bunyi HP yang lucu-lucu saat sedang menjalankan ibadah.
Yang paling menyebalkan, adalah saat sedang sholat Jum’at; tiba-tiba ada HP yang bunyi dengan ringtone yang ajaib. Antara geli, kesal, … dan juga heran. Geli oleh bunyi yang lucu, kesal dengan si empunya HP yang lupa memadamkan HP-nya, dan … ya, saya heran.
Sungguh saya tidak habis pikir bagaimana mungkin ada yang menghubungi koleganya saat jam-jam sholat Jum’at. Bukankah mereka tahu kolega-nya itu muslim, dan jam sholat Jum’at itu sudah pasti antara jam 11.30-12.30 setiap hari Jum’at? Seberapa penting kah urusan itu sampai harus mengalahkan kewajiban umat muslim?
Aneh, saya lalu jadi berpikir, daripada ditulisi himbauan begitu, sekalian saja di masjid-masjid besar diberi pengacak sinyal HP untuk menjamin tidak ada gangguan selama sholat Jum’at…

Saatnya Mencantumkan Koordinat GPS di Mana Saja
Mentang-mentang punya GPS, saya jadi iseng, mau bikin kartu nama yang mencantumkan koordinat GPS untuk rumah dan kantor saya. Keren kali ya, dan tentu sangat membantu bagi para “pengunjung” yang belum pernah ke tempat saya atau yang punya penyakit ‘lupa jalan’ seperti saya sendiri.
Bayangkan, meski komplek rumah saya sudah ada di peta GPS, tapi waktu masuk komplek kan rada ribet juga. Daripada saya menceritakan bahwa nanti di ujung jalan belok kanan, lalu ke kiri seratus meter, lalu belok kanan lagi… (lebay, padahal rumah saya cuman seratus meter dari pintu masuk komplek). Tentu lebih asyik kalo calon tamu saya masukin koordinat rumah saya langsung di perangkat GPS nya. Secara, hari gini gitu loh, handset HP juga sudah banyak yang mendukung GPS, dan head unit di mobil-mobil juga sudah tidak kurang yang berfitur GPS.
Pemanfaatan lain yang juga tak kalah seru, misalnya, untuk menandai titik hydrant pemadam kebakaran. Bayangkan, beberapa tahun lalu, pernah dibuat hidran di pinggir jalan. Lalu ada pelebaran jalan. Maka si hidran sekarang ada di tengah jalan. Tahun berikutnya, si jalan diperbaiki dengan hotmix, maka sang hidran pun makin terbenam. Nah, sepuluh tahun kemudian, tidak ada lagi yang tahu di mana sebetulnya titik hidran itu berada!
Juga, misalnya, tanpa memperhatikan aspek hukum, adalah untuk menandai batas tanah. Seru juga kan kalau titik batas ditulis dalam bahasa GPS. Peluang orang menggeser batas jadi makin kecil, akurasi meningkat, dan seharusnya juga mengurangi masalah sengketa. Kan asyik kalo kita bisa cek titik GPS tertentu, dimiliki oleh siapa dalam data Badan Pertanahan dan dalam data Dirjen Pajak (PBB). Jadi waktu mau beli atau sewa tanah ngga ribut lagi.
Udah dulu ah, mau buka photoshop, saatnya mencantumkan koordinat GPS dalam kartu nama rancangan saya sendiri!

