Tanda-Tanda Datangnya Ramadhan

Weits. Judulnya relatif cukup bombastis sekali. Tentu saja saya tidak dalam kapasitas menulis tanda-tanda datangnya bulan suci ini dalam konteks fiqh. Saya melihatnya dari sisi “abangan”.

Saya salah satu penggemar kotak ajaib bernama televisi. Dari situ saya bisa tahu berbagai kejadian di luar sana tanpa harus berlanggaan koran atau buka internet. Dan bila menjelang Ramadhan tiba, muncullah iklan-iklan tematik yang jarang ada di bulan biasa.

Entah mengapa, selalu muncul iklan obat maag. Seolah-olah puasa adalah suatu gangguan besar sehingga perlu dibantu dengan obat maag ini. Oke, baiklah, mungkin ada di antara kita yang memang harus mengkonsumsi obat itu supaya ibadahnya tidak terganggu.

Selain itu selalu muncul iklan sirup. Seolah-olah hanya di bulan puasa saja kita butuh sirup. Tapi saya agak bersyukur bahwa iklan ini tetap tayang di bulan puasa. Mudah-mudahan dengan melihat iklan sirup ini bisa menambah pahala berpuasa, karena berhasil mengalahkan satu lagi godaan untuk minum di tengah hari yang terik.

Juga sarung, yang tiba-tiba hadir, seolah sepanjang tahun hanya di bulan Ramadhan ini saja orang perlu sarung.

Kemudian, mulai hadir sinetron berbalut religi. Setidaknya judulnya mengandung istilah Arab. Atau pemerannya menggunakan baju muslim. Isi jalan ceritanya, entah, bisa jadi tidak mencerminkan akhlak seorang muslim dengan benar. Saya toh tidak pernah benar-benar mengikutinya, karena sinetron ini akan tayang di masa orang bersiap dan sedang menjalankan shalat tarawih. Tentu saya lebih memillih berangkat tarawih daripada nonton sinetron.

Dan, yang menarik, infotainment tiba-tiba dipenuhi wanita berkerudung. Entah itu memang sudah “dari sono”-nya atau sekedar “kostum” selama menyambut bulan Ramadhan. Saya agak kesal ketika usai hiruk-pikuk lebaran nanti mereka “kembali ke asal” dengan busana yang minimalis.

Oya, belakangan ini juga tampil iklan dengan tema lebaran. Entah itu kue kalengan dengan kemasan lebaran, atau bahan-bahan pembuat kue lebaran.
Hadeuh, Ramadhan aja belom sudah siap-siap lebaran.