Dari paper karya Quinn, Anderson, dan Finkelstein (2005), saya tertarik dengan bagaimana suatu entitas mengoptimalkan sumberdaya intelektual-nya.
Makin hari, produktivitas entitas lebih dipengaruhi oleh intelektualitas dan kemampuan sistemiknya, dianding sumberdaya tradisional (bahan baku, tanah, peralatan, pabrik). Intelektualitas dan kemampuan mengolah informasi menghasilkan value-added terbesar bagi perusahaan jasa. Bagi perusahaan manufaktur, aktivitas intelektual diwujudkan dalam R&D, process / product design, logistics, dan innovation.
Sayangnya, belum banyak perusahaan yang mempersiapkan manajemen untuk membangun, me-leverage, dan mengukur kemampuan intelektual entitasnya. Kemajuan teknologi sekarang ini makin memungkinkan perubahan desain organisasi, dan men-deliver value yang diciptakannya selekas mungkin kepada customer.

mantaab broda’
*save as*
hanin: tengkiyuh…. monggo…
Beraat broo.
Mumeet palaku…
hanin: iya, kalo kepala berat emang mumet. halah!
menuju TKP… eh Ziddu.
hanin: siap komandan! kijang satu standby ganti… krkkerekkkk…