Nomor Induk Pegawai yang Aneh

Jika Anda seorang Pegawai Negeri Sipil, atau berinteraksi secara intensif dengan lingkungan PNS, tentu Anda tahu apa itu NIP. Tiap PNS memiliki NIP yang unik, membedakan dirinya dari jutaan PNS lain di seluruh Indonesia. Nomor NIP ini eksklusif, tetap melekat pada dirinya hingga pensiun bahkan meninggal.

Hingga akhir tahun 2008 lalu, NIP ini terdiri dari 9 digit. Tiga digit pertama mencerminkan instansinya (misal 060 adalah Departemen Keuangan), sisanya mengarah pada PNS yang bersangkutan.

Namun, tiba-tiba berhembus kabar sistem NIP ini akan diperbarui. Bukan lagi 9 digit, melainkan 18 digit. Tidak, saya tidak salah tulis, memang benar ‘delapan-belas’ digit.

Pertama mendengarnya, saya mengira itu lelucon konyol. Bayangkan, betapa repotnya menyediakan formulir dengan panjang 18 digit supaya indah dipandang mata. Salah satu rekan saya, namanya Sukarno. Dengan 9 digit NIP di bawah namanya, sangat indah proporsional. Setelah menjadi 18 digit, dia mungkin terpaksa menambahkan spasi atau memberi character spacing di antara tiap huruf namanya.

Oke, baiklah, ternyata Badan Administrasi Kepegawaian Negara jadi memberlakukan NIP 18 digit itu. Pikiran nakal saya langsung berputar-putar.

Sembilan digit NIP, setara dengan ratusan juta. Artinya, jika 200.000.000 penduduk Indonesia menjadi PNS seluruhnya, digit angka itu tidak akan habis dibagi. Sedangkan delapan-belas digit NIP, setara dengan ratusan-juta-trilyun. Nah, kapan penduduk Indonesia mencapai angka 200.000.000.000.000.000 orang?

Tapi masa iya sih seluruh penduduk jadi PNS? Lantas ke mana tukang sayur, loper koran, atau para tukang batu dan kayu yang mendadani rumah kontrakan saya?

Kemudian, sebagai peminat sistem, saya memperoleh bocoran model penyusunan NIP yang baru. Konon, delapan digit pertama adalah tanggal lahir: yyyymmdd. Lantas disusul enam digit berikutnya berupa bulan pengangkatan/CPNS: yyyymm. Satu digit lagi menunjukkan jenis kelamin (1 pria 2 wanita).

Tiga digit terakhir adalah kode provinsi. Jika itu benar, Anda bisa lihat, betapa kacaunya kode ini. Samasekali tidak ada nomor unik sebagai indeksnya! Mungkin satu di antara ratusan juta kemungkinannya, tapi selalu ada kejadian begini: dua anak kembar pria, sama-sama diangkat jadi PNS di bulan yang sama, di provinsi yang sama. Maka, jadilah NIP-nya kembar!
Dan, jika tiga digit terakhir itu benar kode provinsi, bagaimana dengan PNS yang dipindahtugaskan antar-provinsi, atau pindah karena mengikuti suami? Perlukah NIP-nya diganti karena sudah ganti provinsi, seperti layaknya KTP atau SIM? Saya benar-benar berharap bocoran yang saya peroleh itu keliru. Mudah-mudahan
tiga digit terakhir itu adalah kode unik sebagai index.

Saya juga tidak bisa membayangkan dampak dicantumkannya tanggal lahir seseorang di NIP-nya. Jika atasan Anda ber-ulang tahun, apakah Anda akan mengiriminya kado? Atau justru menagihnya untuk makan-makan? Bagaimana dengan relasi Anda, apakah Anda akan mengiriminya bingkisan, atau gratifikasi? Saya berharap KPK tidak usil mengutik-utik masalah ini.

Satu lagi yang jadi keprihatinan saya. Kode NIP ini rawan penyalahgunaan. Betapa mudahnya orang mengarang NIP, karena nyaris tidak ada kontrol. Selama ini saya masih bisa memperkirakan kewajaran NIP seseorang melihat usianya, dan urutannya dibanding rekan-rekan seusianya. Katakanlah seseorang memiliki NIP 060XX1001, sementara teman seangkatannya memiliki NIP 060XX9999, saya bisa mulai mempertanyakan keabsahan NIP tersebut.
Sekarang tidak lagi, saya samasekali tidak bisa melakukan screening sederhana seperti itu, karena nyaris tidak ada hubungan antar-NIP. Juga tidak ada tanda-tanda apakah PNS itu benar berasal dari satu departemen tertentu. Saya hanya berharap tidak ada penipu yang cukup cerdik memanfaatkan celah ini.

Bagaimanapun, saya cukup senang karena kode NIP ini akan bertahan hingga ratusan tahun lagi, sampai penduduk Indonesia mencapai ratusan-trilyun orang…. :)

About these ads

18 gagasan untuk “Nomor Induk Pegawai yang Aneh

  1. Sedikit meluruskan bahwa 3 digit terakhir merupakan nomor index dari kombinasi parameter sebelumnya. Saya juga tidak tahu pola pikir BKN (si pembuat sistem tsb), namun dengan perubahan tersebut kita dapat melakukan index lebih cepat misal ; mencari komposisi umur, atau lama kerja atau gender. Thanks semoga membantu.

    hanin: yup, saya salah, koreksi diterima, tengkyu tengkyu. saya pikir indexing cuma umur dan gender agak aneh ya, kenapa ngga di-index sekalian tingkat pendidikan (SD – S3) dan spesialisasi (teknik sipil, pertanian, akuntansi). rasanya itu lebih penting untuk menempatkan the right man in the right place.

  2. Saya pribadi memahami “koding” yang dilakukan oleh BKN. Saya sudah menerima surat cinta ttg NIP dr BKN.

    Tapi memang merepotkan…. menghafal NIP pribadi sih gampang. Tapi karena sbagai staf, saya sering menuliskan NIP atasan. Menghafalkan NIP atasan?…. ampun dehh.
    Di kantor saya sekarang hampir di tembok dekat komputer tertulis daftar NIP baru para kasie & kepala kantor.

    Selain itu, NIP baru berarti tukang2 cap bakal dapat order banyak.

    hanin: wow, itu bagus, membuka lapangan kerja bagi tukang cap dan stiker dinding :)

  3. mesthinya idealnya minimal sekitar 50 digit…(wakkk!)
    sekalian tambahin no HP, kartu credit, no rek, dll
    jadi begitu liat nip langsung terbaca semua biodata ybs
    g perlu lagi ngisi form kepegawaian

    hanin: wah, kalo yg ini gak setuju mang. ntar rekening-ku dibukain orang, ketahuan deh isinya cuman lima digit, sedikit di atas saldo minimal :D

  4. Istri saya baru diangkat tahun 2009 ini NIP nya memang panjang banget… Tapi menurut saya yang penting kan bukan NIP nya yang panjang. Yang penting statusnya yang udah PNS … ya nggak ya nggak karena saya ikut tes kemaren juga gagal

    Aduh kacian saya nya ….

    hanin: wah, selamat ya buat istrinya! mumpung masih muda, biasakan menghapal angka-angka panjang itu :)

  5. NIP baru bikin ketahuan umurnya . . . . tapi gak ketahuan dimana kira2 instansinya.

    hanin: iya, gak ada hubungan antar-instansi. jangan-jangan ke depan rotasi pegawai ngga cuman per wilayah, per bidang, tapi juga per instansi :(

  6. NIP saya 18 digit. Ternyata gampang kok ingatnya, karena berisi data2 primer. Dibandingkan dengan yang dulu? Nggak tau ya, soalnya nggak ngalamin juga…

    hanin: gampang sih, cuma informasinya kurang relevan. ngga merujuk ke departemen tertentu, ngga merujuk ke kompetensi tertentu. yang lama malah cukup ngapalin 4 digit terakhir, karena 5 pertama biasanya sama sak-departemen.

  7. pada dasarnya tidak susah kok menghapal nip yang baru..
    penting ingatt tanggal lahir kita… bulan dan tahun terangkat jadi CPNS…
    jadi yang perlu di hapal yaa.. nomor seri belakang. 3 dikit..
    nga susah kok ngapal yang 3 digit itu…
    kebanyakan yang tiga digit itu.. isinya hanya 001 – 005 itu juga klu ada yang memiliki tanggal lahir sama, jadi cpns sama… se Indonesia… (jarang jaranggg meeennn…)

    untuk nip.. yang mencerminkan departemen.. sengaja di hilangkan.. karna.. PNS tidak harus selalu berada di suatu departemen..
    bisa saja orang yang pengangkatan guru/pendidik (dengan nip lama 13X) ditempatkan sebagai PNS kantoran..
    atau yang dari departemen kehutanan (nip 710) ditempatkan di kesehatan…

    hanin: yup, justru karena tidak susah itulah rawan penyalahgunaan, man. saya justru tidak bisa membayangkan bagaimana kalau seorang pegawai diputar-putar tanpa memperhatikan kompetensinya. untuk penatausahaan mungkin tidak terlalu masalah, tapi untuk kepentingan teknis tentu menjerumuskan pelayanan publik.

  8. wkwkw.. ada nga yaa.. pengangkatan dokter..
    ditempatkan.. jadi guru… hehehehehe

    hanin: mas, sayang sekali, pernah terjadi di salah satu kabupaten di Jambi. Seorang sarjana agama diangkat menjadi direktur rumah sakit. kalau dokter jadi dosen, tentu di universitas ada.

  9. Saya mengulas hal yang sama di http://oguds.wordpress.com/2009/03/20/nip-baru-18-digit/. NIP itu ternyata bukan Nomor Induk Pegawai, tapi Nomor Identitas Pegawai (istilah baru).

    Sesuai Peraturan Kepala BKN No. 22 Tahun 2007, alasan konversi NIP adalah “bahwa dengan dihapus/digabungnya beberapa instansi pemerintah dan dialihkannya sebagian Pegawai Negeri Sipil Pusat yang ada di daerah menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah serta diperluasnya otonomi daerah sampai dengan kabupaten/kota, maka Nomor Induk Pegawai Negeri Sipil tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan.”

    Intinya sesuai motto PNS, kalo bisa panjang kenapa pendek? Kalo bisa susah kenapa gampang? Dst.

    hanin: trims untuk masukannya. tapi, saya gak setuju dengan motto yang disebut terakhir. ‘kalo bisa simpel kenapa ribut?’ hehehe. gimana dengan dampak negatif yang di balik itu ya Mas?

  10. Kebetulan sekali banyak juga yang mencermati pergantian NIP ini, saya juga sedang bingung apa alasan yang kuat sehingga NIP ini harus diganti menjadi 18 digit. Kemudian kenapa formatnya harus seperti itu. Akhirnya saya juga tertarik untuk melakukan Cost benefit analysys sekedar mengetahui keuntungan2 apa yang dapat diperoleh dari pergantian tsb dibandingkan dengan dampaknya terhadap sistem yang pernah dibangun di seluruh BKD dan Biro Kepegawaian di seluruh Instansi. Saya udah coba sharing melalui Milis dengan temen PNS tapi ngak ada yang tertarik. AKhirnya saya searching di google, nah ketemu deh. Perlu diketahui juga bahwa saat ini saya sedang kebanjiran order pembuatan SIMPEG dengan alasan simpeg yang lama tidak menyediakan space yang cukup untuk NIP ini. Saya pikir ini dampak positip untuk para developer termasuk saya, tapi bayangkan berapa triliyun lagi harus dikucurkan anggaran untuk perbaikan sistem ini?

    hanin: jangan jangan…. ada konspirasi dengan para programer… hihihi. iya, kadang seperti para pembuat kebijakan itu gak terlalu panjang memikirkan dampaknya. selamat deh atas lemburan nya, jangan lupa zakat :)

  11. Dear hanin .

    saya juga merasakan hal yang aneh. kesiapan simpeg simkeu yang beum lagi handal dan veryfast data. otomatisasi gabungan database kependudukan ,status pekerjaan . gabung aja dengan no indeks kependudukan. atau buat sesuatu yang lebih nyata dari skedar ganti nip dan take over finger frint. absensi. pemerintah perlu mengumpulkan programer handal dalam satu tim . buat perencanan kesiapan program office. basik seragam multi intansi yang praktis, simple dan cepat saji . baru setelahnya memikirkan indeks nip baru / ok. Yaaaaa Hannin

    hanin: iya, idealnya si… cuman di kita ini, yang namanya koordinasi dan egoisme sektoral kan ngga ada ujung pangkalnya.

  12. Sy ikut baca aja. Biar bisa ngerti.
    Tetap aja ga’ mudeng.
    Salam kenal semua.
    Selamat ber-akrab-ria dengan NIP-nya :)

    hanin: waduh! berarti posting ini gak jelas isinya ya? wah… perlu belajar nulis lagi nih. salam kenal!

  13. gimana kalo ada pns yang memiliki 2 nip yang berbeda, apakah nip itu berubah bila yang bersangkutan naik pangkat misalnya.

    sebagai contoh:
    si badu nip nya tertera 007001008dst,dkk,dll
    namun diberkas yang lain nipnya menjadi 111222333444dst,dkk,dll

    tolong bantu apakah itu benar atau salah

    hal itu saya saksikan didaerah saya disalahsatu dinas tk.II pemda kota pangkalpinang.

    hanin: saya tidak yakin, tapi dari pengalaman saya berkali-kali naik pangkat, tidak merubah NIP saya…

  14. Mahasiswa komputer pasti tahu apa itu “Normalisasi Database”. Prinsipnya sih, data yang baik adalah data yang tidak terjadi duplikasi. Mungkin bagi orang awam, sulit mengetahui tanggal lahir seseorang hanya dari NIP lama (9 digit). Tapi bagi pemerintah (BKN) hal ini mudah saja, asalkan sistem database komputer-nya dirancang dengan baik.

    Yang lucu adalah ketika saya harus mengisi formulir. Di situ ada NIP baru (18 digit) yang harus diisi, tapi di bawahnya ada lagi tanggal lahir, tanggal pengangkatan, dan jenis kelamin. Selain buang-buang waktu (karena semua itu bisa dilihat di NIP), juga pasti akan membuat harddisk pengelola data menjadi penuh dan tidak efisien. Oke lah, harga harddisk sekarang makin murah dengan kapasitas makin besar. Tapi tetap saja ini tidak efisien.

    Satu lagi, gara-gara NIP baru ini, sekarang saya “dipaksa” menghafal tanggal lahir atasan. Untung saja di instansi saya tidak ada tradisi memberi kado, hehehe…

    hanin: wah, di kantor saya ada tradisi traktiran, jadi tiap ulang tahun bisa dipastikan saya membolos…. :)

  15. biarlah ngafalin NIP nya susah, asal gajinya jg susah dihitung.. :)

    hanin: sorry ya, ga pernah ngitung gaji, langsung masuk rekening buat bayar utang :)

  16. itu sich strategy eksekutif agar para penegak hukum sukar ngingetinnya karena terlalu panjang n kan kalo panjang pasti makin banyak tinta print yg kepake lumayan seharusnya 2bulan bisa beli tinta (isi ulang/ kagak) kan dg sistem nip seperti sekarangkan moga2 1bulan tinta udah hbs.

    hanin: lebay..!!. Sejak kapan penegak hukum ngapalin NIP? lagian berapa sih pengaruhnya tambahan digit itu ke tinta, mosok sampai separuh? provokatif ih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s