Parade Reality Show

Ngaciir (RCTI)

Ini bikin acara semacam candid camera-nya Amrik. Yang jadi korban umumnya selebiritis. Kasihan juga, kita ketawa ketawa ngeliatin reaksi mereka waktu dikerjain. Yang nggak enak, sering ada korban dikerjain oleh kru yang pura-pura sakit. Korban kita udah susah payah, panik nolongin, eh ngga tahunya bohong. Bagaimana mungkin kita mentertawakan orang yang bermaksud baik?

Jadi ingat acara serupa, Spontan yang dulu di SCTV dan sekarang sudah almarhum. Waktu itu Spontan juga candid-candid-an, korbannya orang biasa yang lewat di jalan, di mall, dsb. Tapi idenya lebih kreatif, ngga pake pura-pura sakit. Juga ada sesi funniest home video, yang jauh lebih beradab.

Selain mentertawakan orang lain, ngga ada lagi gunanya ngeliat reality shit kaya gini.

Hipnotis (SCTV)

Serupa dengan Ngaciir, ngerjain korban, cuman kali ini pake tehnik hipnotis. Korbannya dihipnotis, terus secara tidak sadar dia disuruh melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukannya saat dia waras. Di sini kita disuruh ketawain korban itu.

Saat korban akhirnya disadarkan dan disuruh melihat rekaman aksinya tadi, nampak betul sebenarnya mereka tidak rela dipermainkan seperti itu. Tapi ini juga membosankan, barangkali sekian episode lagi orang seharusnya jenuh, karena polanya itu-itu saja: Gaet korban, hipnotis, kerjain, ketawain.

Curi-Curi Kesempatan (RCTI)

Ini konyol. Asli konyol. Seorang fans, diberi kesempatan bertemu idolanya, tapi dengan syarat melakukan hal-hal tertentu. Kalau berhasil dia dapat hadiah uang, kalau tidak harus cukup puas dengan hanya bertemu idolanya. Masalahnya, tugas itu lebih banyak yang tidak masuk akal.

Misalnya, masuk ke kamar artis. Terus liat isi lemarinya. Atau minta tukaran kaos. Atau minjem sepatu. Atau ngepang rambutnya. Atau sekedar menyuruhnya akting jadi orang gila atau monyet.

Wake up, mana mungkin kita bolehin orang asing yang tiba-tiba nongol terus mau liat isi lemari kita di kamar?
What a reality shit.

Harap-Harap Cemas (SCTV)

Ini kali, seseorang minta tim detektif untuk membuntuti pacarnya yang diduga nyeleweng. Lalu dari situ akan ketahuan apakah si pacar beneran nyeleweng.

Ngga ngerti kenapa ada yang mau memanfaatkan jasa detektif buluk kayak gini. Toh yang dilakukannya sama saja: membuntuti si pacar. Ngga usah pake detektif juga bisa. Terus persoalannya jadi ketahuan orang se-Indonesia. Penyelesaiannya juga diserahkan kembali pada yang berkepentingan. Ngga ada kelebihannya, kenapa penyelidikan gini ngga dilakuin sendiri aja, pake masuk acara TV segala?

Memangnya dia mau ngumumin ke seluruh Indonesia bahwa pacarnya nyeleweng? Atau lebih tepatnya bahwa pacarnya lebih milih orang lain daripada dia?

Katakan Cinta (RCTI)

Bikin acara pernyataan cinta seajaib mungkin. Itu intinya. Berenang menyeberang laut, tebar bunga, lari keliling kampung…

Hei, apa untungnya sih ikutan acara begini? Oh, rupanya ada hadiahnya. Yang terfavorit dapat 10juta. Pantas. Makin matre aja tuh orang-orang.

Cinta ditolak, 10juta bertindak.

Playboy Kabel (SCTV)

Mirip harap-harap cemas, tapi ini lebih kreatif. Tim dan kru menyiapkan jebakan untuk korban, yaitu sang pacar yang diduga nyeleweng. Pakai penggoda segala.

Acaranya ini mengajarkan pada kita supaya hati-hati kalo nyeleweng. Terutama kalau ada yang ngajak ketemuan setelah seminggu kenalan, dan saat proses ketemuan itu tiba-tiba pacar kita nelpon atau SMS. Pola kaya gini nih yang dipake tim playboy kabel.

Tapi, kalo ngga terbukti nyeleweng, acara gini toh bakal bikin pemicu bubaran dan pertengkaran. Karena si korban ngga terima disangka nyeleweng, merasa ngga dipercaya, ya udah putus aja sekalian!

Tolooong! (SCTV)

Oke, konsepnya bagus. Kita tes orang-orang di jalanan, siapa saja, orang kaya dan miskin. Kita minta tolong sesuatu sama mereka, kalau mereka mau bantu kita kasih hadiah berupa uang.

Masalahnya, permintaan tolongnya suka ngaco. Tim kreatifnya bego. Masa sih minjem handphone buat nelpon ke Arab Saudi! Bukan apa-apa, kalau toh mau nolong, belum tentu kita punya pulsa sebanyak itu. Lagian kenapa ngga ke wartel aja, kan lebih masuk akal daripada minjam HP?

Udah gitu si presenternya ngga komunikatif samasekali. Terlalu banyak ngomong kebetulan.
“Kebetulan saya kecopetan…”
“Kebetulan kiriman dari kampung belum datang…”
Ditambah lagi gaya sedikit bencong yang menyebalkan. Lantas selalu ditanya: Apa betul ikhlas nolongin? Ah, kalau saya ditanya gitu, gampar aja tuh orang. Udah susah ditolongin malah pake nanya ikhlas apa enggak.
Terakhir, giliran ngasih hadiah, pasti dibilang: berhubung sudah menolong, bapak/ibu saya beri uang…. Ah, kenapa sih ngga dibilang tanda terima kasih saja?

Saran: ganti presenternya, suruh tim kreatif bikin permintaan tolong yang lebih daily life.

Uang Kaget (RCTI)

Ini sepertinya adaptasi dari Jepang. Bagus, ngasih uang 10juta untuk orang-orang pinggiran yang tidak mampu, disuruh habisin dalam 30 menit. Kalau ngga habis, sisanya dibalikin, dan barang yang telah dibeli menjadi milik “korban”.

Pintar juga kadang orang-orang itu. Ada yang beli motor untuk modal jadi ojek, beli mesin jahit, atau beli emas supaya nanti bisa dijual lagi buat modal warung. Terharu rasanya liat mereka sempat beli obat untuk bapaknya yang sakit, beli nasi bungkus buat sekeluarga, atau sekedar mampir beli teh manis untuk buka puasa.

Bagus. Ini seharusnya reality show, menggugah kepedulian kita.

Bedah Rumah (RCTI)

Konon ini juga adaptasi dari Jepang. Cuma di sana yang dibedah mobil. Jadi keluarga korban diungsikan sementara ke hotel selama 12 jam. Dalam 12 jam itu, arsitek dan kru-nya membongkar rumah korban, dibaikin, dijadikan bagus. Kadang malah ada bonus perabotan segala: spring bed, kulkas, televisi, kursi tamu, kursi makan. Seandainya bukan 12 jam, tapi 24 jam, tentu makin banyak yang bisa diperbuat untuk mereka.

Puas rasanya melihat rumah orang-orang itu jadi bagus. Juga ekspresi mereka yang penuh haru mendapati rumahnya sudah jadi istana.

Bagus. Ini seharusnya reality show, korban puas, penonton senang, produsen untung.

2 thoughts on “Parade Reality Show

  1. hehehee…
    kayanya hidup kalian ini di isi dengan hal-hal yg sangat berarti sekali ya?

    Sampe-sampe apa yg dilakukan orang keliatannya meaningles semua.

    Be careful with what u thinking, terutama yg negative thinking

    Salam

    hanin: maaf, kami ngga negative thinking. kita toh harus melihat segala sesuatu dari dua sisi, di sini kami mengulas tidak cuma dari segi negatifnya. segi positifnya toh juga ditulis, sudah jelas: hiburan, ketawa-ketiwi, sajian ringan. be careful with what you suspect😛

  2. good job! usaha utk tidak hanya menikmati tapi juga mengkritisi dalam bentuk tulisan sudah jarang dilakukan kebanyakan orang. hanya saja kurang detil info mengenai waktu penayangan. kan bisa aja setelah baca kritikan di atas, orang jadi penasaran pengen nonton acaranya? selain menguntungkan si pembuat website (karena info lebih valid), bukankah juga akan menguntungkan produser acara? sehingga terjadilah win-win solution, dan tidak ada pihak yang dirugikan.

    salam

    hanin: makasih sarannya. tapi sekarang ini, selain Bedah Rumah dan Playboy Kabel, udah ngga lanjut lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s