Sampah Pilkada

Mari kita iseng berhitung. Di seluruh negeri ini ada 32 provinsi. Kalau masing-masing rata-rata ada 10 kabupaten, berarti sudah ada 320 kabupaten. Total kepala daerah yang akan dipilih langsung ada 352 kepala daerah.

Jika tiap pemilihan kepala daerah menampilan dua saja pasangan calon, kita sudah punya 704 pasang calon kepala daerah. Kalau tiap pasangan itu bikin selebaran kampanye 100 rim saja, sudah habis 70.400 rim kertas yang akan dicetak gambar, nama, visi, misi dan entah apa lagi permohonan untuk dicoblos (ehm, gak sakit ya dicoblos). Kalau masing-masing bikin 50 spanduk, dipastikan akan tersebar 1.540 spanduk di sepanjang jalan di Indonesia.

Pada saat pemilihan, diperlukan kartu pemilih dan kartu suara yang harus dicetak sebanyak jumlah pemilih. Jika separuh warga negara Indonesia memiliki hak pilih, maka akan dicetak 100juta kartu suara dan kartu pemilih. Juga diperlukan lembar rekapitulasi perhitungan suara, yang setidaknya dalam satu kabupaten ada 100 TPS. Sehingga sekurang-kurangnya akan diperlukan 32.000 lembar rekapitulasi.

Tidak lupa kita perlu tinta untuk menandai jari pemilih. Jika satu botol bisa digunakan untuk 100 orang, maka kita perlu satu juta botol. Jangan terlewatkan pula daftar hadir dan berita acara hasil pemilihan, yang masing-masing rangkap empat di tiap TPS, sehingga setidaknya ada 68.000 lembar yang diperlukan.

Oya, ada tambahan sampah: dari para pendukung yang marah-marah. Para pendukung pasangan calon yang kalah (sekali lagi, karena kita ngga ngomongin politik, mari kita berasumsi aksi tersebut adalah murni dan tidak ditunggangi) sering berdemo dan meninggalkan bekas-bekas kain spanduk dan karton bertuliskan protes. Juga kalau aksinya agak seru sedikit, ada puing-puing kantor yang habis diacak-acak.

Jadi, apa hasil perhitungan kita?

Berbahagialah para pemulung, yang akan mengumpulkan dan menjual kiloan bekas-bekas kampanye berupa selebaran, spanduk, dan botol tinta itu.
Berbahagialan para pengusaha sablon yang mencetak spanduk dan kaos.
Berbahagialah para pengusaha percetakan yang membuat selebaran dan mendapatkan tender pembuatan kartu suara.

Sedih hatilah para petugas kebersihan kota, karena tim kampanye para pasangan calon tidak bertanggung jawab mencopoti atribut kampanye di pojok-pojok negeri.

Hidup demokrasi!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s