Kontrakan di Bungo

Karena tugas di Bungo memakan waktu berbulan-bulan, akhirnya diputuskan untuk kontrak rumah, dijadikan semacam ‘pos kamling’. Daripada nginep di hotel, semalam bisa 400ribu, mendingan kontrak, setahun cuman 4juta. Jauh banget ngiritnya kan.

Rumahnya sih ngga mewah, atap seng, tiga kamar, dua kamar mandi, ada dapur. Di depan ada ruang tamu yang jarang dipakai, karena tamunya slonong-boy aja langsung ke ruang tengah. Kalau malam sih kepake, dipake tidur maksudnya…

Yang penting di tengahnya ada ruang yang cukup lapang untuk dijadikan kantor bayangan. Kita taruh dua komputer di rumah itu, terus meja disusun dengan kursi melingkar. Jadi enak untuk diskusi.

Di belakang ada dapur dengan kompor minyak tanah. Udah dua kali kita ngrebus air sampai kering, karena lupa keasyikan ditinggal kerja. Untung gak mbeleduk tuh kompor.

Serem liat sumurnya? Tenang, gak ada hantunya kok. Cuman emang airnya kotor. Makanya kita minum pake aqua gelas. Praktis gak usah nyuci gelas. Untuk mandi ada sumur pompa pakai jet pump. Lha, terus sumur timba ini buat apa?

Iklan

One thought on “Kontrakan di Bungo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s