Cerita Toilet

Ngomong jorok dulu ah.

Salah satu jadwal penting dalam hidup kita adalah: ke toilet. Dalam sehari, bisa dipastikan kita akan ke toilet (kecuali yang sembelit). Kalau tuntutan yang satu ini sudah dateng, bisa dirumah, tahu-tahu kebelet di jalan, di mall… ngga ada yang bisa ngalangin. Nyerah deh kalo ‘arus bawah’ ini udah nuntut.

Dari kecil, kita udah diajarin make toilet. Hayo, siapa yang suka pipis sembarangan? Pasti dulu ngga ikut toilet training.

Makin ke sini, toilet makin berkembang. Dari jaman toilet cemplung di sungai – siapa yang inget Ciliwung adalah wc terpanjang? – terus dibikin toilet model jongkok, terus makin ke sini ada toilet duduk. Pemerhati masalah ini mengangkat evolusi toilet dalam blog di republik toilet.

Tapi makin lama makin aneh juga manusia. Ada yang iseng bikin restoran toilet. Untung bangkunya kloset duduk, bukan kloset jongkok. Sebenarnya efektif juga, abis makan langsung bablas … Tapi, ih, siapa yang tega makan di situ yah?

3 thoughts on “Cerita Toilet

  1. …cerita-in dong toilet di bengkulu gimana……masih harus bayar 500 enggak (kayak di …..) .kalau masih berarti banyak orang kita yang suka kotor dan mengais rejeki juga dari tyoilet yach……..

    hanin: di Indonesia, toilet merupakan sumber pendapatan juga bos. lu buka bisnis toilet aja gih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s