Direktur Jalan Raya

Semua sopir angkot selalu benar sendiri. Sering banget rasanya saya memaki “Dasar angkot!” Jadi kalau ada mobil pribadi yang berperilaku ugal-ugalan, saya sering menuduh pengemudinya sebagai bekas sopir angkot.

Kalau dia lewat, semua orang harus minggir. Kalau dia pengin berenti, semua harus ngalah. Kalau dia lagi berenti, semua macet dan harus nunggu sampai dia jalan lagi.

Sebetulnya bukan cuma angkot. Semua jenis angkutan umum sepertinya berperilaku serupa. Sebut semua jenis: metromini, oplet, ojek, bahkan busway dan kereta api juga. Yang dua terakhir ini lebih parah. Mereka punya jalan sendiri, tapi tetap ada persimpangan dengan jalan umum, dan di situ semua orang harus mengalah.

Egois? Tentu bukan. Mereka itu direktur jalan raya. Kantornya ya di jalan raya!

Lalu bagaimana dengan para pejabat yang pakai voorrijder dengan sirine nguing-nguing? Okelah, mungkin para pejabat ini “komisaris”-nya jalan raya. Tapi bagaimana dengan rombongan motor gede yang dengan arogan pakai voorrijder juga? Mungkin yang ini pensiunan direktur kali ye.

2 thoughts on “Direktur Jalan Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s