Pusing Tujuh Keliling

Beberapa hari lalu saya ikut tes. Salah satu soalnya saya ingat betul:

Jika suatu silinder A tingginya dua kali silinder B, sedangkan jari-jarinya setengah dari jari-jari silinder B, berapa perbandingan volume antara silinder A dan B?
Tentu saja tanpa pikir panjang saya jawab 1:1.
Ada yang sependapat?

Sejak dulu memang saya bermasalah dengan yang berbau lingkaran itu. Waktu TK, saya tidak pernah bisa berjalan menyusuri titian dari besi bulat. Tapi jika titian itu diganti dengan balok kayu persegi, saya bisa lancar melewatinya!

Setelah kelas 4 SD saya baru bisa naik sepeda dengan betul. Masalahnya, roda sepeda adalah lingkaran.

Waktu SMP saya dapat nilai nol gara-gara ngga bisa menjelaskan siklus hidup katak. Siklus, dari awal sampai akhir ke awal lagi, lingkaran juga kan.

Setelah kuliah, saya nggak pernah bisa pergi sendiri di Jakarta tanpa nyasar. Sering sih diajak keliling pergi ke sana ke mari, naik mobil pribadi sampai metromini… tapi, namanya juga keliling-keliling, ngga pernah bisa hafal jalan.

Bahkan sekarang pun, saya lebih suka memakai periferal komputer dengan antarmuka USB daripada yang PS2. Semata-mata karena USB bentuknya pipih, sedangkan PS2 bulat. Bentuk antarmuak PS2 membuat saya selalu kesulitan memasangnya, harus diputer-puter untuk mencari kedudukan yang pas.

Kapan-kapan saya perlu ke psikiater nih. Jangan-jangan saya menderita “lingkaranphobia”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s