ME, YZ, S, P: The Moral Hazard

Hm, satu lagi hasil teknologi: terbongkarnya skandal antara seorang artis dangdut dengan politisi. Jujur saja, selama ini saya ngga pernah dengar nama ME. Begitu juga dengan YZ – yang konyolnya adalah ketua bidang kerohanian (*&%$?). Well, orang dengan moral seperti beliau tentu berani malu memangku jabatan tersebut…

Saya ngga berminat mengungkit siapa yang salah. Apapun motifnya, keduanya sama-sama telah terjebak oleh teknologi. Makanya, belajarlah ilmu maling: jangan tinggalkan jejak. Begitu video itu dibuat, saat itulah konsekuensi teknologi terjadi. Kamera (atau HP) itu bisa hilang, dan isinya disebarluaskan. Atau rusak, diservis, lalu isinya jadi komoditi. Sudah dihapus? Maaf, bapak dan ibu yang terhormat, freeware untuk merestorasi file bertebaran di internet, dan orang gaptek pun bisa pake!

Saya salut dengan ibu S (halah, pake inisial segala) yang dengan keukeuh menerima suaminya yang telah jelas-jelas selingkuh. Beliau merasa keluarganya menjadi korban, karena anak-anaknya jadi tahu kelakuan bapaknya yang sesungguhnya: tukang selingkuh. Mungkin beliau merasa, biarlah bapak selingkuh, ibu saja yang sedih, anak-anak gak usah tahu (duh!). Lalu muncul tudingan balik motif pemerasan, meski aneh rasanya. Kalo emang ngga ada kejadian perselingkuhan itu, atau setidaknya selingkuh tapi ngga di-video-in, apanya yang mau diperas? Siapa suruh bikin video segala.

Tapi yang paling bikin gedeg ati adalah komentar ibu P yang wakil ketua BK DPR (nah, apa gunanya pake inisial coba). Beliau komentar di infotainment dengan menceritakan betapa menderitanya ibu S, sampai harus mengungsikan keluarganya ke Malaysia (atau Singapura? Kok ngga ke Bali, atau Toraja?). Ibu P ini juga dengan geram mengecam ME yang katanya ngga layak disandingkan dengan bapak YZ karena perilakunya yang membuat video itu (halah, wong YZ-nya aja mau). Ibu P rupanya lupa bahwa kasus ini tidak akan terjadi kalau bapak YZ tidak melakukan tindakan tidak bermoral itu.
Saya malah sedang menunggu-nunggu ada yang mengadukan ibu P ke BK DPR karena kelakuannya itu. Lha, beliau kan wakil ketua BK, kok belum-belum udah memihak begitu? Ngga independen dong. Malah membentuk opini publik dengan cuap-cuap segala ke infotainment. Habis ini mau jadi artis juga Bu?

Sebetulnya saya ngga berminat menulis masalah ini, cuma karena tiap hari beritanya muncul terus…. Cape deeehhh!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s