Kredit di Bank Syariah

Saya ngga bermaksud cerita mengenai kredit modal usaha / produktif – karena saya bukan pengusaha. Kredit ini pengembaliannya bersifat bagi hasil, jadi berapa keuntungan yang kita dapat akan dibagi dua dengan bank syariah, tentunya dengan persentase tertentu (60-40 misalnya, 60 ke bank 40 ke kita). Kali ini saya cerita tentang kredit konsumtif, pengalaman sewaktu nyari kredit untuk beli rumah sekitar 3 tahun yang lalu. Itu pun di bank syariah yang merupakan unit syariah dari bank umum nasional milik pemerintah.

Di bank syariah, tidak ada kredit konsumtif. Lho? Jadi perlakuannya jual-beli saja. Dalam kasus saya, pihak bank akan membeli rumah yang saya kehendaki, seharga hasil negosiasi saya dengan pemilik rumah. Misalnya 60 juta rupiah. Nah, sekarang rumah menjadi milik bank. Lantas bank menjual rumah tersebut kepada saya.

Harganya? Ini yang menarik. Seharusnya kita bisa bernegosiasi dengan pihak bank. Kalau kita mau mencicil selama 5 tahun misalnya, kita akan diberi harga berbeda jika kita mencicil 10 tahun. Katakanlah untuk 5 tahun akan dihargai 75 juta, kalau 10 tahun jadi 100 juta. Kok beda harganya? Di sinilah bank mengambil keuntungan, dari selisih harga beli dan harga jualnya.

Bagaimana pelunasannya? Selama masa pelunasan, kita memang tidak dikenai bunga. Jadi naik-turun fluktuasi tingkat suku bunga tidak mempengaruhi jumlah yang bayar. Tiap bulan sudah jelas yang harus kita bayar, tanpa pusing dengan kondisi ekonomi di luaran sana.

Tentu saja ada konsekuensinya. Kita bisa mempercepat pelunasan, tapi itu tidak mengurangi jumlah yang kita bayar ke bank. Jika di bank konvensional, akan diperhitungkan sisa pokok pinjaman dan bunganya, namun di bank syariah kita tetap harus melunasi sebesar nilai yang kita sepakati (75 atau 100 juta tadi itu).

Jadi, terserah Anda. Jika kondisi ekonomi tidak menentu, Anda tidak berencana mempercepat masa pelunasan hutang Anda, dan Anda mau aman dari riba, silakan ke Bank Syariah sekarang juga. Siapa tahu syaratnya sudah lebih ringan…

One thought on “Kredit di Bank Syariah

  1. halo Hanin, trimakasih ya…utk ceritanya, aku juga pernah ambil konsumtif di Bank Syariah BRI, kurang lebih sama, tapi sebenarnya kalau Hanin mau lunasi sebelum waktunya, masih bisa negosiasi untuk bagi hasilnya (bunga, utk konvensional). Aku sudah pernah coba. Selamat berbagi.

    hanin: wah, yang ini saya ngga tahu Mas. Mungkin bagian customer service-nya lupa gak cerita ke saya. makasih info-nya, mudah-mudahan lain kali saya bisa manfaatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s