Laporan Kinerja

PP 8 Tahun 2006 sudah mensyaratkan Laporan Kinerja sebagai bagian dari Laporan Keuangan. Dengan sendirinya indikator kinerja menjadi faktor kunci dalam penyusunan kedua laporan tersebut. Indikator kinerja terdiri dari input, output, dan outcome (sebenarnya masih ada benefit dan impact).

Dari indikator kinerja dibuatlah anggaran berbasis kinerja, yang di akhir pelaksanaannya dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan (Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan).

Dari indikator kinerja pula disusun pengukuran kinerja untuk dilaporkan dalam Laporan Kinerja yang merupakan bagian dari Catatan atas Laporan Keuangan (SAP 24 paragraf 25-33).

Dari sumber daya yang digunakan sebagai input, diperoleh tingkat ekonomis. Kemudian dari input tersebut menghasilkan output, di sini diperoleh tingkat efisiensi. Input tersebut dalam kurun waktu tertentu akan menghasilkan outcome, di sini diukur tingkat efektivitas.

Namun, sayang sekali, format pengukuran kinerja hanya sebatas output saja. Sedangkan input hanya diperhitungkan sumber daya dalam bentuk dana (anggaran dan realisasi), tidak memperhitungkan sumber daya manusia dan alam. Indikator outcome bahkan tidak tersentuh samasekali!

Diagram dan contoh format laporan dapat didownload di sini.

PP 08 Tahun 2006 dapat dilihat di sini.

One thought on “Laporan Kinerja

  1. Kebetulan kami sedang mempelajari Benefits Management untuk belanja TI. Apakah Lampiran III PP-8-2006 dapat didownload. Mengapa dalam PP-8-2006 tidak menyentuh Benefit dan Impact? Apa perbedaan dan persamaannya dengan Outcome Management dari Treasury Board Canada
    http://www.tbs-sct.gc.ca/emf-cag/outcome-resultat/outcome-resultat_e.asp ?

    Jazakallah k k

    hanin: aduh, serius bener nih Pak. Iya yah, padahal sebelumnya kan ada benefit dan impact. Mungkin si karena kalo ngukur benefit dan impact lebih susah, terutama soal waktu. Sedangkan laporan keuangan kan harus dibikin per tahun anggaran. Bisa jadi benefit kerasa setelah dua tahun lagi, dan impact juga kan dipengaruhi outcome dari bidang lain, banyak faktor yang mempengaruhi impact, termasuk ekonomi dunia dan sebagainya. Udah keburu ganti komandan, ketabrak pilkada, ntar yang ada nyalahin yang lama doang. Seharusnya sih tetap ada untuk ngukur sustainable development ya Pak.
    Saya malah belom liat outcome management tu Pak. Coba nanti saya intip dulu ya. Lampiran 3 PP 08/2006 sudah saya upload dan kirim ke email Bapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s