Menjadi User yang Baik

Oke deh, sebelum pada protes, saya ngaku duluan. Tulisan ini diilhami dari kolom berjudul ‘menjadi support yang baik’ di sebuah majalah komputer terbitan tahun lalu yang saya beli di toko majalah bekas. Karena sebagian besar dari kita (termasuk saya juga loh) adalah user, saya tertarik menyadur tulisan itu namun dari sisi user.

Bagaimana supaya kita bisa membantu teknisi dan programer TI kita, yang sekaligus membantu kita segera melaksanakan kembali pekerjaan kita, itulah inti tulisan ini.

Gambarkan Gejala Penyakit Komputer Kita

Apakah itu program yang rusak, aplikasinya atau operating system-nya, atau malah hardware-nya, kita sebagai user tidak pernah tahu persis. Lagipula kalau sudah tahu, ngapain minta tolong, benerin sendiri aja. Tapi apapun itu, kita harus bisa menggambarkan kondisinya sejelas mungkin.

Support yang kita minta tolong tentu saja tidak langsung tahu apa masalahnya, apalagi dia menangani banyak error di komputer lain. Jika komputer macet, catat kapan macetnya, apakah sebelum Windows mulai, atau setelah membuka file Word, atau setelah Anda mencoba masuk ke jaringan, dan seterusnya. Jika timbul error, catat pesan error-nya, kadangkala dari pesan error bisa didapat diagnosa untuk melokalisir masalah.

Biarkan Mereka Bekerja

Troubleshooting, memecahkan masalah, adalah seni tersendiri. Beri waktu support kita untuk berpikir, menganalisa hubungan sebab-akibat dan mengetes segala kemungkinan yang menyebabkan komputer kita bermasalah. Tentu mereka perlu sedikit privasi dan konsentrasi, jadi jangan banyak bertanya ini-itu sebelum mereka tahu masalahnya (atau malah menyerah).

Kadangkala kita merasa bisa memberi saran, tapi kita tidak pernah tahu bahwa saran itu adalah alternatif pertama yang dicobanya dan gagal. Tidak ada salahnya ngobrol dan memberi masukan cara penyelesaian masalah menurut kita, tapi lihat-lihat waktunya.

Jangan Takut Disalahkan

Percayalah, support kita hanya bermaksud mendamaikan komputer dengan kita. Tidak ada kepentingan menyalahkan siapapun. Jadi, sebaiknya kita sampaikan apa saja yang telah kita perbuat sebelum masalah timbul. Misalnya, tadi klik ini-itu, atau input ini terus cancel, dst. Hanya dengan cara ini mereka bisa mendapatkan kronologi timbulnya masalah, dan melokalisir kemungkinan-kemungkinan agar makin cepat mereka menyelesaikan kesulitan kita.

Dan, tolong, jangan gunakan komputer kantor untuk eksperimen. Tidak sedikit masalah komputer yang timbul karena user yang iseng mengubah-ubah setting ini-itu.

Jawablah dengan sabar

“Kabelnya udah ditancepin belum?” Ah, kesel banget digituin. Emangnya kita ngga ngecek apa?!

Sabar sedikit. Kadangkala memang kejadiannya sesederhana itu: kabel yang goyang tersenggol, atau kurang kuat dudukannya. Seringkali pertanyaan standar ini keluar begitu saja dari mulut si support, karena itu pula yang akan dilakukannya begitu sampai di tempat kita. Kan enak kalau tekan kabel dikit, langsung jaringannya jalan lagi. Ngga usah repot klak-klik ini-itu, dan Anda pun bisa kerja lagi!

Bacalah Dokumentasi

Ini yang bikin males para programmer membikin ‘petunjuk pemakaian’ atau dokumentasi. “It’s all in the docs, but people don’t read docs…”

Memang sih, kadangkala kita ngga ngerti juga setelah baca petunjuknya. Mungkin bahasanya terlalu teknis, atau kita sendiri yang rada gaptek. Tapi umumnya masalah yang krusial sudah ada di dokumentasi itu, jadi hargailah sedikit kerja keras para programer dengan membaca petunjuk pemakaiannya.

Ehm, ngaku deh, saya sendiri baru baca dokumentasi kalau udah kepepet, sebelum terakhirnya nanya ke programmer!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s