Indonesia P*rn Side

Telah terbit majalah Playboy dan FHM edisi Indonesia. Sebelumnya ada Popular, dan ada juga plesetannya, yaitu majalah EHM. Tidak terhitung pula tabloid ecek-ecek seharga 5ribuan yang berserakan di kios-kios. Sebut saja Lipstik, Wow, Memo, atau Bibir (entah masih beredar apa nggak, kita gak tertarik memperhatikan). Majalah porno keluaran luar negeri juga beredar bebas di lapak-lapak penjual buku bajakan di sekitar Senen.

Lalu, siapa yang tidak tahu kalau di Glodok, sebelah Polsek, banyak beredar VCD porno Indonesia? Ketika rame-rame Bandung Lautan Asmara, atau skandal Itenas, atau hidden cam casting iklan sabun dan video selebritis di kamar ganti, di sana dijual bebas, asal tebal muka aja nanya-nanya ke penjualnya.

Atau film bioskop yang kostumnya makin ‘turun di atas dan naik di bawah’, semacam film Masayu Anastasia yang Buruan Cium Gue itu, yang sekarang malah sudah tayang di televisi. Betapa banyak sinetron yang menganut paham minimalis berbusana? Segala sinetron putri duyung (karena kurang banyak pameran aurat, putri duyungnya dibuat kembar segala), sampai komedi tengah malam yang mentah-mentah mengekspos cerita porno dengan busana dan adegan berkonotasi seks. Ditambah lagi acara televisi yang menyajikan rekaman sesi pemotretan yang dinamakan the scenes, yang sekedar menampilkan proses pengambilan foto dari model-model berbaju mini dengan sudut kamera yang nakal menelusuri ke bagian tubuh yang tendensius.

Yang versi live show porno, alias edisi terang-terangan juga tidak kalah banyak. Siapa yang tidak tahu gaya busana Julia Perez? Atau kasus melorotnya bagian atas kemben Dewi Persik (seingat saya sudah dua kali kejadian, di acara live komedi TV dan live di panggung – jangan-jangan sengaja?).

Belakangan banyak kuis tengah malam yang busana presenternya serba kurang bahan. Sebut saja kuis Heboh Trans7, atau yang lebih parah adalah kuis Bisik-Bisik. Kenapa? Kuis ini presenternya tahan dingin (tengah malem pake baju minim gak masuk angin ya mbak), dan konyolnya disiarkan di TPI – Televisi Pendidikan Indonesia! Ya ampun.

Produk digital pornografi Indonesia juga banyak bertebaran di internet. Mulai dari foto-foto tidak senonoh macam nonamanis, dengan gambar asli atau rekayasa menampilkan artis seperti Sandra Dewi, Aline Tumbuan, Agnes Monica, Luna Maya, Andi Soraya, Tyas Mirasih, dan Julie Estelle. Atau cerita-cerita ‘seru’ khusus 17 tahun, sampai berbagai versi skandal seks Indonesia. Berawal dari kasus video seseorang yang diklaim mirip Dessy Ratnasari sedang mandi, lalu seseorang yang dibilang mirip Agnes Monica sedang beradegan intim. Kemudian skandal PNS di suatu daerah yang sedang selingkuh, dan tidak terhitung berapa banyak versi adegan porno anak ingusan SMP – SMA dalam format 3gp yang beredar di telepon genggam.

Blog yang disalahgunakan juga ngga kalah banyak. Berapa kali saya menemukan blog di blogspot dan multiply yang mengekspos gambar wanita telanjang, bahkan ada juga blog yang khusus memuat daftar film porno dalam bentuk digital (3gp, avi, mpg, dsb) yang bisa didownload gratis. Atau forum yang khusus bertukar materi pornografi. Kalau Anda iseng mencari foto-foto selebritis dalam pose yang tidak pantas dilihat, amat mudah ditemukan di situ. Anda bisa melihat foto-foto Bunga Citra Lestari dalam pakaian super minim, artis Tyas Mirasih dalam pakaian pantai yang dadanya serba terbuka, atau bahkan candid camera artis kalem Marshanda yang duduk sembarangan sehingga pakaiannya tersingkap.

Cukup. Sebelum saya makin ngelantur dan memberikan daftar alamat website tersebut, mari kita mulai hentikan kekacauan ini. ANAK MUDA INDONESIA – JANGAN BUGIL DI DEPAN KAMERA.

bugil

Kalau tidak di depan kamera (sedang mandi), atau sudah nenek-nenek peyot (bukan anak muda), silakan bugil semaunya 🙂

7 thoughts on “Indonesia P*rn Side

  1. Jadi tahu deh…
    Bung, kalau kita sih alhamdulillah bisa jaga diri. nanti giliran kita jagain anak cucu kita. Semoga diberi kekuatan.

    hanin: Amiin. Ah, bijak kali Bapak kita yang satu ini 🙂 Moga-moga dikasih kesempatan jagain cucu Dik!

  2. sebenernya aku sih seneng2 aja ngeliat begitu buat refresh…yang penting selama itu masih gratis ga bayar
    ndak masalah
    Tapi kalau bapak sampe tau wah bisa gawat

    hanin: dasar penggemar gratisan… tapi iya juga sih, mau maksiat aja kok bayar 😛

  3. Tak tahu saya akhirnya keluyuran di bloknya ini. Saya jadi ingat dan tahu diri. Kita semua juga nengok orang polos di pojokan. Ketika saya nengok ke pojok-pojok ini isteri saya datang. Dan saya bilang kita anggap saja lihat kambing. Dan benar semuanya bersikap seperti kambing. Hanya semoga kita yang ikut nengok dan longok jangan sampai menjadi serupa yang tak sama.

    Karena saya blogger pemula dan saya belajar bagaimana cara orang tautkan satu dengan yang lain. Ketika saya ditanya Tutor belajar membuat Web site, darimana kamu tahu tentang mereka. Saya satu kali ini bingung dan katakan dari Internet. Pada hal sejujurnya saya tahu dari yang disebut PORN SITE.
    Biaya Speedy dan tel membengkak. Isteri protes. Tetapi saya katakan saya harus tahu. Karena ada yang perlu dipelajari .
    Saya dua kali ini bingung ketika ditanya belajar apa. Masa lihat orang telanjang dibilang belajar.!!!
    Mungkin asyik juga jadi anak sekolahan. Singgah di Warnet bilang belajar. Memag ada tugas guru kelas untuk lihat orang miskin busana. Jangan-jangan jadi kasihan sama yang sebelah dan malah melepas busana sendiri. Saya dan kita semua lebih banyak bingung ketika di Porn Site saudari yang sopan-sopan itu ternyata merasa tak nyaman dengan kutang dan kerudung indahnya. Ada kegerahan di sana. Dunia memang makin panas. Ada pemansasan global. Butuh penghijauan dan penyejukan.

    hanin: daleeem…. banget! thanks udah mampir…

  4. Loh ko jadi pada sewot bung.Emg bapak-bapak situ tau siapa yg bakal masuk surga. Yang terpenting DIRI SENDIRI. Perbaiki tuh !! Biar yg bgus tmbah kerenz,yg jelek jd bgus. Slain ntu brmanfaat bgi smuanya. Udah deh.. Orang laen ya tetep dia bukan cermin kita.

    hanin: lah, siapa yang sewot… situ kale…

  5. Gak bisa ikut nulis tapi ikut ndukung, ayo-ayo jangan bugil depan kamera. Biar bule aja yang bugil, kita gak usah ikut-ikutan.

    hanin: bule boleh?? halah!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s