Memakai del.icio.us

Saya bukan termasuk orang yang beruntung memiliki koneksi internet yang ‘kapan saja di mana saja’. Di rumah kontrakan saya nggak ada saluran telpon. Oke, baiklah, sekarang bisa pakai internet GSM/CDMA, tapi HP saya ngga bisa jadi modem. Maklum HP jadul…

Kenapa gak ganti HP? Baik, saya ngaku aja deh, selama ini numpang make internet gratis di kantor. Jadi nggak banget deh bayar internet sendiri kayak jaman susah aja. Apa? Tidak, saya tidak menyalahgunakan fasilitas kantor. Saya kan jelek-jelek gini ikut membangun jaringan di kantor. Kalau ada masalah dengan koneksi internet, saya juga yang dicari orang. Jadi, itung-itung sambil memantau kondisi jaringan lah…

Karena kebiasaan itu, saya suka mengakses internet di mana-mana, hampir di semua workstation di kantor pernah saya cicipi. Memang sih saya punya notebook, tapi kan ngga tiap hari saya bawa notebook. Kalau hari hujan, misalnya. Nah, yang jadi masalah, seringkali saya menemukan situs yang bagus, perlu saya catat untuk dikunjungi lagi di kemudian hari. Kalau sedang di notebook sih gampang, saya tinggal masukkan ke bookmark, dan selesailah urusan. Tapi kalau tidak, terpaksa saya mencatat di kertas kecil, lalu nanti saya simpan di daftar bookmark dalam notebook.

Nah, sampai di rumah, tiba-tiba saya kangen keluyuran di internet. Maka pergilah saya ke warnet. Di sini masalah mulai muncul: bagaimana membawa bookmark saya ke sana ke mari? Padahal seringkali saya ke warnet sekedar mampir tanpa terencana.

Untung ada social bookmarking dari delicious. Dan karena saya pengguna Firefox, saya sangat dimudahkan dengan add-on mungilnya, Foxylicious.

Sekarang, di mana-mana, saya tinggal menyimpan bookmark saya pada akun delicious saya. Nanti, di tempat lain, saya tinggal membuka alamat delicious saya itu, dan semua bookmark saya bisa ditemukan lagi di situ. Jika saya punya kesempatan menyambungkan notebook saya ke internet, saya bisa mensinkronisasi semua bookmark itu ke firefox dengan bantuan Foxylicious.

Bahkan, kalau mau, saya bisa menaruh daftar bookmark itu dalam sidebar blog saya, memakai widget bawaan worpress. Asyiknya lagi, saat menyimpan bookmark ke delicious, saya bisa memilih opsi ‘not shared’. Jadi, orang lain tidak perlu melihat daftar bookmark ‘seram-seram’ saya yang saya tandai dengan tag adult.

Ah, keluyuran jadi lebih mudah.

One thought on “Memakai del.icio.us

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s