Mengapa Presiden Harus Sehat dan Sarjana?

Bete banget deh ngeliatin DPR yang suka berdebat panjang-lebar ngga karuan. Menjelang pemilihan presiden kayak gini nih, bakalan rame lagi dah urusan kriteria presiden. Dua yang bakalan seru pasti ‘Sehat Jasmani dan Rohani’ lantas juga ‘Berpendidikan Minimal Sarjana’. Bohong banget deh kalo bilang bukan kepentingan sesaat, kita semua tahu kok siapa calon presiden yang bakal ngga lolos kalo kedua kriteria ini jadi dipakai tahun 2009 nanti.

Saya sendiri setuju dengan dua kriteria ini. Saya belum melihat alasan logis di balik penolakan para anggota dewan yang terhormat itu. “Belum tentu sehat dan sarjana lebih baik…” Selalu itu alasan konyol yang ngga ilmiah banget tapi selalu dipakai untuk menolak kriteria yang bagus itu.

lowongan presiden

Presiden harus sehat jasmani dan rohani. Harus!

Kan Presiden bakalan jadi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Beliau juga bakalan jadi Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan. (Saya aja yang cuma Kepala Rumah Tangga udah keteteran kalo lagi kumat sariawan saya.)

Para calon prajurit saja harus lulus uji kesehatan sebelum diterima. Di akademi militer mereka juga ditempa kebugaran jasmani dan rohaninya. Gimana jadinya kalo Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata tidak sehat jasmani dan rohani?

Tidak ada alasan calon presiden tidak sehat. Memangnya mau saingan sama Jenderal Sudirman?

Presiden sekurangnya berpendidikan sarjana. Harus dong!

Kan presiden bakalan memimpin para menteri. Menteri Kesehatan kan dokter, Menteri Pekerjaan Umum kan insinyur. Belum lagi para eselon satu di tiap departemen yang hampir seluruhnya bergelar Master keluaran S2. Sebagian malah Doktor atau Profesor. Masa presiden-nya cuma lulusan SMU?

Mari kita lihat contoh yang lebih ekstrim. Silakan ambil surat kabar hari ini, lihat iklan di bagian lowongan pekerjaan. Ada yang bisa tunjukkan lowongan yang menyebutkan lulusan SMU/Sederajat? Ada? Astaga. Untuk posisi apa? Bagaimana dengan posisi untuk lulusan S1/Sarjana? Silakan dibandingkan.

Kadang saya pengin balik begini: “Belum tentu yang penyakitan dan tidak terpelajar lebih baik…” (Ups, ada anggota dewan atau simpatisan parpol yang baca posting ini gak ya…)

3 thoughts on “Mengapa Presiden Harus Sehat dan Sarjana?

  1. ini dia yg gue seneng… ngomongin politik seru dan ga ada habisnya apalagi ada gorengan sama kopi kaki dinaikin satu edan pokoke.
    bener itu seorang presiden harus berpendidikan min S1 dan sehat. ini menyangkut pola pikir kedepan
    satu lagi syaratnya bujangan, jangan kaget dulu. kalau bujangankan kebutuhanya ga banyak jd kemungkinan korupsi lebih kecil

    Hanin: halah. Kalo presiden bujangan nanti kayak di sinetron, direktur kerjanya godain sekretaris mulu. (Eh, tapi menteri sekretaris negara kan cowok yah). Embuh ah. Goreng mendoan dulu biar gayeng.

  2. naik bbm spt yg mau terjadi dlm waktu dekat ini, mungkin presidenya lg kurang sehat jd males mikir panjang panjang cari solusi. ya udah naikin aja selesai

    hanin: bukan gitu. artinya presiden harus lebih dari sarjana biar bisa mikir yang bener. minimal master ato profesor…

  3. kalau masternya kura kura ninja mau ngga..mantap itu bisa salto kesana kemari bisa lari cepat pula jd kalau mau meeting ga usah naik mobil irit bbm

    hanin: boleh… gak ada busway nanti… presiden pada ngga ngrasain macet si..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s