Menjadi Manajer Keuangan Keluarga

“Ingin ini ingin itu banyak sekali…”

Bukan hanya Nobita yang begitu. Nampaknya ini merupakan masalah klasik manusia. Selalu saja masalahnya sama: keinginan yang tidak terbatas, sementara kemampuan sangat terbatas.

Sebagai manusia kita selalu memiliki keinginan yang tiada habis-habisnya. Bukan masalah jika kita serba “berkecukupan”: ingin punya rumah, tabungannya cukup; perlu punya mobil, gaji cukup untuk mencicil…

Tapi bagaimana dengan keluarga muda yang belum sempat menabung? Bagaimana juga jika gaji suami pas-pasan sementara bisnis kita belum mulai berkembang?

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan:

  1. Pelajari Kebutuhan Normal Bulanan
  2. Miliki Tabungan Dana Abadi
  3. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan
  4. Buat Rencana Pembelian Jangka Pendek dan Jangka Panjang
  5. Disiplin

Selengkapnya mengenai strategi manajemen keuangan keluarga dapat didownload di sini.

Iklan

One thought on “Menjadi Manajer Keuangan Keluarga

  1. saya punya maslaha nie,,
    tentang menentukan LULUS/TIDAK LULUS dengan data sebagai berikut :
    b.Indonesia=5.00
    b.Inggris=3.80
    Matematika=1.00
    Ekonomi=4.25
    Geografi=5.60
    Sosiologi=4.20

    nah…ketentuan kalau nila akhir rata-rata = 5.50 maka lulus, akan tetapi jika kalau ada nilai pelajaran di bawah nilai 4.25 maka “tidak lulus”
    tolong ya bantu…rumusnya…???

    hanin: rumus untuk apa di mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s