Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi

overview

Edisi revisi buku ini menceritakan transformasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dari bank yang birokratis menjadi berorientasi pasar. Buku ini didasarkan dari disertasi penulis yang kemudian diangkat menjadi buku.

Tiga bab awal berisi kajian teoritis mengenai budaya korporat dan pengembangannya, yang dikaitkan dengan kondisi khusus spesifik bagi industri perbankan. Satu bab berikutnya berisi tinjauan budaya korporasi dalam BRI, yang terbentuk bersama sejarah panjang bank ini.

Berikutnya diuraikan bagaimana BRI melakukan re-inventing, merumuskan dan mengaplikasikan nilai-nilai dasar yang telah ada untuk diangkat menjadi budaya korporasi. Bukan hal mudah mengubah mind set birokrasi BRI menjadi mind set market-driven. Namun BRI berhasil memilah budaya yang tidak sesuai untuk disingkirkan, dan memulai dengan fokus pada budaya korporasi yang merupakan variabel independen terhadap dinamika industri perbankan.

Bagusnya

Buku ini ditulis oleh seorang mantan petinggi BRI. Jadi kita mendapat insider view, dari orang dalam yang sangat mengenal sifat operasi BRI beserta SWOT-nya. Beberapa bagian buku ini menggambarkan jeroan BRI, cukup memberi bayangan seperti apa sebenarnya BRI bagi orang luar seperti saya.

Penulis juga menguraikan konsep baru dalam buku ini, yaitu Good Corporate Culture (GCC). Menurutnya ini adalah penggalian lebih dalam dari konsep Good Corporate Governance (GCG). Dibandingkannya GCG sebagai tubuh yang nampak dari luar, sedangkan GCC adalah sifat perilaku yang tidak nampak namun dapat dirasakan, cukup menarik buat saya.

Kurangnya

Alasan ilmiah dan latar belakang penulis mengambil Singapore Airlines (SIA) dan McDonald’s franchise Singapura (McD) sebagai perbandingan, dapat saya terima. Namun saya masih merasa terganggu dengan pemilihan tersebut.

Sifat operasional BRI jelas berbeda dengan SIA dan McD. Layanan yang diberikan oleh SIA dan McD lebih pada stop-and-go. Customer mereka selesai bertransaksi bisa bebas memilih akan kembali ke SIA/McD atau pindah ke maskapai/fast food lain. Tidak ada ikatan jangka panjang antara customer dengan SIA/McD.

Sedangkan BRI akan membina hubungan jangka panjang dengan customer-nya. Sekali orang menabung ke BRI, dia akan sering bertransaksi ke BRI. Sekali orang menerima kredit dari BRI, setidaknya dia akan rutin membayar cicilan kreditnya. Rasanya interaksi ini berpengaruh pada budaya perusahaan dalam melayani customer-nya.

Simpulan

Anda perlu membaca buku ini. Jika Anda menyukai konsep Good Corporate Governance, Anda perlu mengoleksi buku ini sebagai bahan rujukan.

Data Teknis

Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi, Dr Djokosantoso Moeljono, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004

3 thoughts on “Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi

  1. budaya korporasi secara umum tu apa ya

    hanin: Corporate culture is the total sum of the values, customs, traditions, and meanings that make a company unique. Corporate culture is often called “the character of an organization”, since it embodies the vision of the company’s founders. The values of a corporate culture influence the ethical standards within a corporation, as well as managerial behavior.

  2. Buku ini terbitan tahun 2004, apa masih ada di Gramedia ya? Kalau tidak ada, kira2 saya bisa dapat di mana..

    hanin: saya tidak ingat beli di Gramedia atau bukan. kalau di Surabaya, mungkin bisa cari di Jalan Semarang. Atau di Senen kalau di Jakarta. Sekilas saya ada ingat ada di perpustakaan daerah di Jambi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s