Pengungsi di rumah sendiri

Surabaya sudah musim hujan. Campur angin, campur geledek. Campur bocor!

Parahnya, rumah kontrakan kami termasuk yang jadi korban bocor. Ngga banyak si yang bocor, cuman satu-dua titik. Tapi karena curah hujan tinggi, bocornya melebar. Maka basah kuyup lah si gipsum yang dipakai untuk eternit itu. Hasilnya, Gubrak!!

Yang paling menyebalkan, kami ngga kenal tukang yang bisa pasang gipsum. Maka terpaksa menunggu tukang yang disarankan oleh pemilik rumah kontrakan kami. Berhubung beliau-nya sibuk pula disuruh sana-sini (banyak juga yang pada bocor rupanya), proses perbaikan ini memerlukan waktu… tiga minggu!

Selama tiga minggu itulah kami serasa jadi pengungsi di rumah sendiri. Serba lesehan, ngga bisa pake meja-kursi karena sewaktu-waktu sang tukang bisa datang. Lagipula ngga nyaman bener rasanya, takut kejatuhan kucing yang lari-larian di atas…🙂

8 thoughts on “Pengungsi di rumah sendiri

  1. Nasib awak lagi apes…
    itulah kehidupan suatu saat kita nonton kita tertawa tapi ojo lali kapan kapan kita juga di tonton dan ditertawakan
    dunia berputar tapi ndak usah kewatir berputarnya tetap diporosnya ga kemana mana

    hanin: masalahnya, seperti biasa, kalo lagi di bawah, roda dunia ini macet ga berputar….🙂

  2. Sebenarnya lg berempati sm yang kena banjir ato emang nyerah sm nasib, Mas?

    hanin: bukan keduanya, ini keterpaksaan saja… sebagai pelengkap penderita… hihihi🙂 sekali-kali boleh dong rumah berantakan…

  3. Mungkin itu adalah salah satu dari mozaik dalam kehidupan Mas dan Mbak. Dimana suka dan duka itu kalau kita pandang dengan syukur dan khusnudhan kepada Allah semuanya adalah hal yang indah. Salam kenal.

    hanin: salam kenal juga… ya, kadang kesal kalo lagi mengalami. sekarang udah berlalu malah jadi kenangan lucu…

  4. Orang kalau suruh nasehatin pinternya bukan main tapi kalau ngalamin sendiri medegele pol.. njengkelna banget

    hanin: genah iya koh…

  5. ndak heran bos .. menurut ini

    sama sekali tidak tercantum point mengenai kesejahteraan kontraktor … eh.. kaum kontrakan ..

    yah, saya turut bersimpati dan sedih dengan kondisi ente. saya pun tak beda jauh

    maklum dan sabar ya ..
    mangan orang mangan sing penting ngumpul.. mari kita sabar berjamaah ..

    (..berlebihan..)
    wakakaka

  6. wah jadi ingat rumah saya di mataram,.. kalo ujan bocor, bukan bocor sih salah desain atap kemiringannya kurang jadi air sempet tertahan trus rembes.. parah lagi kalo hujan angin… maklum yang desain bapak saya sendiri katanya bangga buatan sendiri, heheh meskipun bocor juga..

    sabar aja mas hanin..

    hanin: biar kata hina dina, bagiku tetap istana… beibeh! salute buat bapak nya!

  7. Artikel yang menarik. Bermanfaat bagi mereka yang bekerja dengan internet.

    hanin: HALLOOOO…. mas, kalo mau numpang iklan mbok liat-liat, masa’ posting soal rumah bocor dibilang bermanfaat bagi pekerja internet…. gak logis blas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s