Buat apa menulis di web?

Seorang teman dengan tanpa dosa bertanya seperti itu pada saya ketika sedang membuka wikipedia.org di sebelah saya. Saya berani taruhan setahun gaji bahwa teman ini ngga tahu saya punya blog juga, suka ngetik buat ditarok di web juga. Tapi tentu saja saya ngga bisa seenaknya menyodorkan daftar alasan kenapa kita harus nge-blog. Saya harus punya jawaban yang lebih ilmiah, biar lebih meyakinkan. Maka saya ambil contekan dari bahan kuliah saya mengenai Knowledge Management.

Pertama, saya bicara masalah tacit dan explicit knowledge. Tacit knowledge merupakan pengetahuan yang kadang kita sendiri tidak sadar kita punya pengetahuan itu. Berawal dari pengalaman dan praktek. Ingat iklan “pengalamannya aja puluhan tahun”? Kadang kita pikir itu cuma pengetahuan biasa saja, semua orang toh akan tahu dengan sendirinya. Atau, seperti saya, lebih bisa langsung praktek daripada menjelaskannya. Contoh sederhana, di resep-resep masakan, sering ada “garam secukupnya”. Bagaimana kita mengatakan itu cukup atau belum? Oke, bahasa kerennya mungkin perlu professional judgement. Sedangkan explicit knowledge sudah bisa dikodifikasi, disimpan, dan dialih-pengetahuankan lewat berbagai media. Kadangkala dikenal sebagai teori, dan dapat dijelaskan secara rasional.

Sampai di sini teman saya masih belum menangkap maksud saya. Saya sendiri tambah pusing, maka jurus berikutnya saya ceritakan mengenai knowledge conversion.

knowledge-tacit-to-explicit

Suatu tacit knowledge, bisa ditularkan pada orang lain melalui proses sosialisasi. Hasilnya adalah tacit knowledge yang dimiliki oleh orang baru. Bisa juga melalui proses externalization, mengkodifikasikan tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Salah satu caranya dengan menuliskan tacit knowledge tersebut. Jika explicit knowledge tersebut kemudian disebarkan melalui proses combination, lewat web misalnya, maka akan tercipta explicit knowledge di orang yang baru. Jika si orang tadi menghayati knowledge yang baru diperolehnya, dia mengalami proses internalisasi menjadikan explicit knowledge itu menjadi tacit knowledge-nya.

Supaya gampang, saya gambarkan persis yang diajarkan dosen saya mengenai knowledge spiral.

knowledge-spiral

Saya bersyukur sampai di sini teman saya telah bosan dengan penjelasan saya sehingga dia tidak bertanya lebih lanjut. Bagi saya, semakin banyak dari kita yang sharing knowledge-nya, makin banyak yang turut belajar. Dari kombinasi berbagai pelajaran tersebut, kita bisa sama-sama memperoleh ilmu baru, memperkaya pengetahuan kita masing-masing.

Jadi, apa yang sudah Anda sharing hari ini?

9 thoughts on “Buat apa menulis di web?

  1. jadi inget kasus tempe …
    kalo boleh sekadar berandai-andai ..

    produk dari tacit knowledge, saya asumsikan, rentan abuse copyright..
    why ? karena tacit knowledge sendiri kita kurang `menyadari` … bagaimana dengan hasil ?
    sementara orang lain yang melihat value-nya, kemudian mempatenkannya …

    hanin: betul. makanya, kamerad, setelah tacit knowledge menjadi explicit knowledge, harus segera dibikin paten. kalo perlu USA patent, biar mantabs. maklum IndoPaten kurang gaung-nya di jagat raya sono…

  2. krn gue belum ada kesempatan (dan kemampuan) utk nulis di web atawa ngeblog, maka gue pilih ngomentari lu aja deh !
    sapa tahu tacit knowledge gue adl komentator atas semua hal…mahal lho honor profesi komentator…
    tp kalo ntar lu merasa jd ketularan tukang koment, don’t blame me, itu bakat lu juga…!

    hanin: jadi komentator bola aje lu cing, khusus partai lokal antar-kampung!

  3. hmm jadi sebenarnya ada aturannya ga buat ngeblog.. ????

    hanin: kalau aturan, sesuai dengan kebijakan hosting-nya. misalnya ga boleh ada kekerasan, ketidaksenonohan, dsb. sisanya lebih ke arah etika aja.

  4. masih ga ngerti mas, tacit n explicit contoh detailnya donk

    hanin: weleh weleh… tacit knowledge, misalnya, di resep masakan: “masukkan garam secukupnya”. hanya para praktisi masak yang tahu kecukupan garam itu. tapi, begitu dia ditulis menjadi “masukkan garam 1 miligram”, itu sudah menjadi eksplisit. semua orang bisa memakai timbangan untuk menghasilkan masakan sesuai resep tersebut. begitcu…

  5. Keprimen acarane tofik, mangkat dina apa , langsung apa mampir pwt disit

    hanin: aku dina jumat, langsung cirebon. pwt wis diwakili hida. ketemu neng cirebon mengko ya.

  6. nah ini enak nih bacanya. berbagi sebagai bagian manajemen pengetahuan. bersyukurlah ada yang mau berbagai seperti ini. gratis lagi. makin banyak yang berbagi, makin meluaslah pengetahuan. ayo amal pengetahuan.🙂

    hanin: sharing is golden….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s