Kartu lebaran, SMS, dan Facebook

Lebaran ini adalah lebaran pertama saya dengan FB. Jiyah!! Kek artis aja, lebaran pertama dengan siapaaa… gitu. Bukannya taon kemaren belom punya akun FB, tapi taon ini saya dapet kemudahan akses ke FB… gara-gara dikasih angpao lebaran berupa iPhone. Eits, that’s another story… Hehehe.

Menarik kalo melihat perjalanan berlebaran saya dari tahun ke tahun. Dulu, waktu kecil, saya tidak terlalu peduli dengan acara mengucapkan selamat lebaran dan mengirim ucapan maaf ke sana-ke mari. Lha dulu pan dunia saya masih mungil, di seputaran rumah saja dan teman-teman sekelas di sekolah.

Kemudian, saya mulai ikut-ikutan mengirim kartu lebaran. Tanpa bermaksud sok kreatif, saya biasanya bikin sendiri kartu lebaran itu, dengan diberi prangko seadanya dari hasil mengutil uang jajan. Dan karena konsep pembikinannya adalah minimalis (dana-nya, maksud saya, bukan model-nya), maka saya jarang mendapat balasan dari kartu-kartu itu. Mungkin dianggap saya gak serius…

Lalu, setelah punya sedikit rezeki, saya mulai mengikuti trend bermaaf-maafan lewat SMS. Saya termasuk pengarang kata-kata yang katro, jadi saya suka forward ke sana ke mari saja segala SMS yang saya terima itu. Akibatnya, beberapa kali saya menerima SMS yang sama dari orang yang berbeda – rupanya kita saling mem-forward SMS itu.

Di luar itu, saya punya email yang juga dipakai kirim-kirim ucapan lebaran. Selain dengan kata-kata, ada gambarnya juga. Tidak kurang akal dong, gambar itu saya cropping, buang nama pengirimnya, timpa dengan nama saya. Jiplaks!!

Lantas saya juga punya blog. Biasanya saya tulis puisi di situ. Hus, jangan nuduh ya, sekali ini tulisan itu saya bikin sendiri. Sumpah saya ngetik sendiri …. hihihi. Kata-katanya sih saya cuplik sana-sini dari SMS dan berbagai sumber yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Kembali ke lebaran tahun ini, saya baru dapet trend baru. Teman-teman saya pada upload gambar ucapan lebaran di facebook mereka, lantas saya di-tag di situ. Jadi, untuk minta maaf, teman-teman saya meminta saya mengunjungi mereka… Sumprit juprit saya misuh-misuh dulu sebelum memaafkan gaya mereka itu… Lha minta maaf kok ngabisin pulsa!

Bayangkan saya punya lebih dari 500 teman di FB. Kalo sepertiga saja dari mereka melakukan tagging seperti itu… walah, berapa lama saya musti datengin satu per satu dan tuliskan komen di sana? Lagian kan ya penuh sesak nanti daftar foto saya dengan berbagai kartu lebaran itu. Dasar… dasar… Orang Indonesia ini emang paling bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang nggak kebayang gitu…..

Iklan

One thought on “Kartu lebaran, SMS, dan Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s