Ruang Tunggu Dokter yang Nyaman

Kapan terakhir kali Anda duduk di ruang tunggu dokter? Entah itu gara-gara Anda sendiri yang sakit, atau mengantar kerabat, atau memang jadwal rutin Anda ke dokter gigi misalnya?

Oke, baiklah. Mari kita ubah pertanyaannya. Kapan terakhir kali Anda merasa nyaman di ruang tunggu dokter?

Saya pribadi tidak pernah nyaman berada di ruang tunggu dokter. Dalam rangka apapun, dan dokter spesialis apapun. Barangkali karena saya mendatangi dokter yang salah, dokter “papan bawah” yang tidak memikirkan layout ruang tunggunya.

Berkali-kali saya harus duduk di bangku kayu yang keras dan super duper tidak nyaman. Padahal jelas-jelas yang datang ke ruang tunggu itu adalah orang yang sakit, atau setidaknya mengantar orang sakit. Rasanya sang dokter kurang peduli untuk berinvestasi pada bangku.

Dan, tentu, saya tidak mengharapkan ada AC di sana. Namun setidaknya dapat dipikirkan sirkulasi udara agar ruang tunggu itu tidak menjadi kontes aroma minyak angin segala merk. Ada memang yang dilengkapi kipas angin, namun itu juga masih membuat saya ngeri – jangan sampai justru kipas itu menerbangkan bibit penyakit ke sana ke mari…

Sekali-kalinya saya senang dengan kondisi ruang tunggu, adalah di sebuah rumah sakit internasional yang bekerjasama dengan sebuah rumah sakit di Singapura. Tapi tetap saja saya tidak nyaman ketika antri di ruang administrasi – gemetar mikirin pembayaran!

One thought on “Ruang Tunggu Dokter yang Nyaman

  1. hihihi…jadi maunya nunggu di ruang yg tidak nyaman atau nyaman nih?

    hanin: maunya sih… ngga usah ke dokter aja dah! hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s