Memangnya Kenapa Kalau Bolos??

Jadi inget, waktu kecil dulu, saya punya raport. Di bagian bawah, ada rekapitulasi kehadiran. Sakit, izin, alpa. Hampir tidak pernah kolom ‘alpa’ di raport saya kosong. Maklum, dari dulu, saya selalu malas bikin surat pembertiahuan kalau ngga masuk sekolah.

Belakangan setelah saya kerja, di kantor saya digunakan presensi dengan finger print. Saya tidak terlalu suka, karena kantor saya toh bukan pelayanan publik, ngapain juga kita standby di kantor seharian. Tapi, saya tetap saja mengikuti pola presensi itu, meski setelah mendaftarkan jempol saya langsung pergi lagi.

Hari-hari terakhir ini saya agak heran dengan ribut-ribut bahwa DPR mau pakai presensi dengan finger print. Katanya, untuk mengurangi anggota yang bolos. Wah, perlu diprotes itu, lha itu kan para wakil rakyat yang mewakili saya-saya ini yang pada doyan bolos…

Barangkali mereka super duper sibuk. Rapat di mana-mana, ketemu konstituen, mempertahankan posisi di partai… Wajar dong kalau mereka sampai keteteran mengatur waktunya. Saya lebih setuju kalau para anggota dewan itu dihadiahi organizer yang cerdas. Jadi ada notifikasi bahwa jam sekian dia harus rapat apa di mana, supaya ngga ada lagi jadwal bentrok, dan bisa kasih tahu bahwa beberapa menit lagi mereka harus berangkat ke ruang rapat, mengingat dari GPS diketahui jalanan macet… Lengkap dengan bahan-bahan rapat yang bisa dilihat secara elektronik, supaya bisa diindeks, agar pembicaraan waktu rapat lebih bermutu.

Rasanya itu lebih berguna daripada sekedar fingerprint.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s