WordPress, Facebook, Twitter, dan Koprol

Sumprit juprit ini salah satu posting paling ngga penting yang sudah lama pengin saya bikin tapi baru sekarang kesampaian.

Terhitung tahun lamanya saya punya blog, buat nyimpen hasil ketikan saya yang kacau balau. Setelah beberapa kali gonta-ganti host, saya akhirnya pakai wordpress.com. Selain gratis, saya juga ngga repot lagi mikirin bandwith, kuota space hosting , dan segala urusan updating serta install plugin macem-macem. Saya tinggal mengisi content, ketik ini-itu sesuka jari dan jempol ini, lalu posting, beres. Satu-satunya yang saya kurang suka dari wordpress ini adalah tidak boleh pasang adsense; meski wajar sebetulnya, toh saya pakai hosting mereka gratis, kok saya malah mau pakai untuk cari recehan.

Account facebook saya, sudah lama ngga nambah friend list-nya. Saya memang agak selektif, hanya nambahin list dari kontak yang benar-benar saya kenal di dunia nyata. Bagi saya, facebook ini gunanya untuk keep in touch dengan kawan-kawan lama dan saudara-saudara yang tersebar di mana-mana. Saya tidak menerima perkenalan lewat facebook, bagaimanapun anonimitas dan kejelasan identitas mudah sekali diputarbalikkan di dunia maya.Beda dengan twitter, yang saya approve siapa saja di sana.
Saya hanya kadang-kadang update status, lebih sering saya pakai buat mainan Mafia Wars. Beda dengan blog, apapun yang tertulis di facebook ini ngga bertahan lama. Saya masih kesulitan bagaimana mencari dan menampilkan lagi status saya tiga bulan yang lalu.

Saya juga udah cukup lama punya twitter, meski ngga terlalu telaten meng-update-nya. Paling-paling saya pakai untuk baca dan naruh quotes yang agak aneh-aneh. Beberapa kawan begitu aktifnya posting ke twitter ini, sampai akhirnya saya unfollow, atau bahkan saya hapus dari list. Alhasil, twitter saya pun sepi!

Belakangan, saya juga punya account di Koprol. Saya punya account di situ jauh hari sebelum Koprol dibeli Google. Agak mirip dengan Foursquare, tapi saya lebih suka Koprol. Bukan sok nasionalis, karena Koprol dibikin orang Indonesia dan pakai tag line Indonesia. Saya kurang suka Foursquare karena terlalu mudahnya membuat places baru. Bayangkan, ada lebih dari lima entry mengenai Bandara Juanda di sana, yang hanya berbeda karena spasi atau kelengkapan alamatnya. Bahkan ada entry mengenai dapur di rumah seseorang, lantai sekian dari rumah kos….

Tapi itu juga yang jadi kelemahan Koprol, karena suggestion place-nya kudu diedit manual satu demi satu, tidak terlalu lengkap jadinya. Tidak ada entry untuk kantor Walikota Surabaya, misalnya. Tapi tidak penting bagi saya, saya toh tidak terlalu antusias memakai Koprol ini. Bukan apa-apa, sebagian besar kontak saya ada di luar kota, luar pulau, luar negri… Jadi apa gunanya juga mereka tahu saya lagi di pojokan stasiun atau nge-game di warnet depan komplek rumah?

One thought on “WordPress, Facebook, Twitter, dan Koprol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s