Dunia Spam

Saya pernah dengan lugunya berfikir bahwa spam hanya akan ada lewat electronic mail. Itulah mengapa saya masih suka menggunakan Yahoo! yang punya layanan anti-spam terintegrasi, meski kadang suka lolos juga. Sudah lebih sepuluh tahun saya melanggan layanan mail Yahoo! dan tiap hari setidaknya 15an spam terselamatkan langsung ke bulk folder saya.

Sekarang ini saya mulai sadar banyak layanan lain yang berpotensi spam. Misalnya saja twitter, meski tidak sepenuhnya kesalahan mereka. Saya punya nick yang sangat pendek di twitter yaitu @hanin. Nah, masalah di twitter adalah, mereka memotong tweet hanya sampai 140 karakter. Masalah di user, kebanyakan mereka tidak memperhatikan hal itu, sehingga terjadi beberapa kali RT dengan sisa karakter yang dipotong otomatis oleh twitter. Masalah di saya, akhir-akhir ini banyak ABG yang tweet-nya kena potong tepat di frasa @hanin di ujung tweet-nya. Otomatis semua tweet itu masuk ke mention saya, padahal yang dimaksud adalah untuk @haninentahsiapalagi. Saya samasekali tidak kenal mereka dan tidak tahu menahu dengan topik yang mereka bicarakan. Sementara ini, terpaksa push di twitter saya matikan.

Spam lain di dunia elektronik mampir ke inbox SMS saya. Tanpa berprasangka buruk pada siapapun yang menebarkan nomor HP saya, saya betul-betul terganggu dengan tawaran Kredit Tanpa Agunan dari para pemasar yang tidak modal itu. Saya yakin betul mereka memanfaatkan fitur gratis ratusan SMS dari operator untuk mengirim SMS penawaran KTA itu membabi-buta ke sana ke mari. Menjengkelkannya lagi SMS itu sering masuk di kala saya menyetir, atau bahkan ketika sudah jam tidur. Dan, tanpa dosa, mereka menulis sepotong kalimat “abaikan jika tidak berminat”. Sumpah saya menahan diri untuk tidak mendoakan jualan mereka tidak laku.

Nah, di dunia nyata, hampir tiap minggu ada brosur terselip di pagar depan rumah saya. Macam-macam, dari servis AC, bor sumur, badut, langganan TV, ISP, sampai undangan rapat RT. Eits, yang terakhir itu bukan spam ya. Sejauh ini saya belum terlalu terganggu, toh saya bisa memanfaatkannya untuk bungkus sampah. Just as a spam should be.

One thought on “Dunia Spam

  1. hahahaha. baca ini kok jadi ketawa ya gara2 twitter itu.
    :))
    yah, nikmati saja, nanti pas dapet rt, di reply saja. berasa artis gitu.

    kalo gitu tar saya mention ya. coba tes.

    hanin: hahaha, nambahin spam deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s