5 Jenis Pelanggaran Lalu Lintas Paling Ngeselin

Oke, saya bukan seorang yang betul-betul patuh berlalu-lintas. Ketaatan saya pada aturan lebih karena saya malas mengurus seandainya kena tilang. Saya juga enggan kebut-kebutan karena ngga tertarik dengan kerepotan jika terjadi kecelakaan. Meski gaya berkendara saya tidak bisa dikatakan defensif, setidaknya saya tidak egois.

Tapi tidak berarti karena saya berkendara dengan “begini-begini saja” lantas saya ngga suka memaki-maki di jalan. Sungguh, banyak hal yang benar-benar bikin saya kesal ketika menyusuri jalanan. Berikut ini lima besarnya.

1. Tidak memberi jalan pada ambulans

Well, saya ngga pernah benar-benar baca klausulnya, tapi berdasarkan logika normal saja, seharusnya semua orang memberi jalan bagi ambulans. Bahkan ketika dalam kekusutan kemacetan pun, sebenarnya kita bisa minggir sedikit, memberi ruang sedikit longgar bagi kendaraan darurat dengan sirine meraung-raung itu. Sopir-sopir ambulans sepertinya jago semua nyempil di tempat sempit dengan kecepatan tinggi yang terukur.

Bayangkan jika di dalamnya adalah keluarga kita. Wow, pasti dengan senang hati kita kasih jalan. Atau, kita omel-omelin semua orang yang ngga mau minggir. Anda tak pernah tahu, suatu saat, bisa jadi Anda-lah yang ada di jok belakang kendaraan itu. Menepilah Saudara-Saudari, apapun urgensi kepentingan Anda, seseorang dalam ambulans itu punya kepentingan dengan nyawa-nya.

2. Menerobos lampu merah

Ini adalah pelanggaran yang seharusnya langsung dicabut saja SIM si pengendara. Atau jangan-jangan malah dia ngga punya SIM. Bayangkan betapa bahaya-nya kelakuan konyol tak berguna ini. Menerobos lampu merah, membahayakan orang lain. Saya tidak peduli jika si penyerobot kemudian celaka; toh itu salahnya sendiri. Tapi jika dia mencelakakan orang lain, atau memancing orang lain mencelakainya, itu benar-benar di luar batas toleransi.

Berhentilah ketika lampu merah. Ada hak orang lain di sana.

3. Belok kiri tanpa lampu sign

Betapa seringnya saya menunggu di ujung pertigaan, memberi kesempatan pada kendaraan lain untuk melintas, eh… tahu-tahu dia belok kiri menuju tempat saya. Seandainya dia memberi tanda, tentu saya akan sedikit lebih minggir untuk memberi jalan. Atau saya bisa melaju sedikit ke depan supaya ada ruang lebih longgar bagi kendaraan kita.

Sering juga saya menguntit kendaraan yang berjalan luar biasa pelan di lajur kiri, lantas tanpa tanda apapun dia belok kiri atau bahkan menepi dan berhenti begitu saja. Gemas, pengin rasanya saya tabrak saja kendaraan berkelakuan konyol begitu. Tapi saya ngga punya asuransi…

Tolong kasih tanda, ketika akan belok kanan maupun kiri. Lampu sign itu bukan hiasan, itu alat komunikasi.

4. Berjajar memenuhi jalan

Bukannya jarang saya menemui rombongan sepeda motor yang mengambil posisi sejajar sampai menuh-menuhi jalan. Entah itu saat menunggu lampu merah, atau menunggu pintu lintasan kereta api dibuka. Sungguh saya tidak bisa mengerti mengapa tidak bersabar sejenak antri di jalurnya masing-masing. Lihat betapa repotnya kedua sisi jalan ketika lampu hijau menyala,atau palang pintu lintasan kereta telah terbuka.

Tetaplah di jalur Anda. Jangan mengambil hak orang lain menggunakan jalurnya sendiri.

5. Menggunakan telepon selular ketika berkendara

Seberapa penting sih SMS? Kalau engga penting amat, kenapa tidak dibuka nanti saja saat sampai di tujuan. Kalau memang penting banget, kenapa ngga telpon aja, belum tentu kan yang di-SMS punya pulsa untuk menjawab. Oke, Anda jalan sambil telepon? Seberapa penting penelepon itu bagi Anda? Oh, dia cinta mati Anda? Bayangkan bila tiba-tiba Anda diseruduk dari belakang gara-gara ngga konsen mengemudi karena bertelepon. Si penelepon yang cinta mati Anda itu, bener-bener ikut mati engga? Oke, dia boss Anda. Tapi dia lebih memilih Anda selamat sampai kantor lalu memaki Anda sepuasnya daripada harus mengurus Jamsostek Anda lantas membuka lowongan kerja dan melatih karyawan baru pengganti Anda…

Menepilah sejenak, selesaikan urusan Anda dengan siapapun di telepon Anda itu, baru lanjutkan perjalanan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s