Nyontek itu… seni !

Baru-baru ini saya ikut ujian. Udah hampir setahun rasanya saya ngga pernah ikut ujian dengan model dan nama apapun. Agak aneh rasanya, menjengkelkan, liat soal itu ada blank 10 menitan: mau diapain?

Saya bukan orang yang suka mencontek. Sungguh. Seingat saya, seumur hidup saya hanya mencontek dua kali (jiah!), keduanya waktu masih SMP. Yang pertama, saya bertukar lembar jawab dengan teman saya. Hasilnya, jawaban saya dicopy-paste persis, sedangkan saya ga dapat apa-apa karena teman saya itu hanya mengerjakan dua dari sepuluh soal.
Berikutnya, saya nyontek sendiri. Ini agak terpaksa kondisinya, karena saya ngga punya buku teks-nya, lagipula itu pelajaran teori olahraga. Saya ngga bikin contekan, tapi bawa langsung itu buku ke kelas. Sepanjang ujian saya sibuk mencari halaman untuk menjawab, karena memang saya belum pernah baca samasekali. Parahnya, waktu keluar ruangan, saya kebingungan mengeluarkan buku itu. Kalau saya tinggal pasti ketahuan dong saya nyontek. Kalau saya bawa, bagaimana juga cara menyembunyikannya di balik baju putih begitu?

Nah, ketika ujian kemarin, di sekitar saya banyak yang mencontek. Ada yang bikin fotokopi diperkecil dari buku teks. Ada yang print hand-out sekecil mungkin. Ada yang secara tradisional menulis di kertas. Ada yang agak serius nyonteknya, bikin mind map pakai komputer lalu diprint mungil. Ada juga yang agak aneh, contekannya difoto masukin di HP, bolak-balik pura-pura cek sms.

Yang bikin saya heran juga, itu contekan ada berbagai versi. Mereka rupanya cukup tahu bahwa lembar jawab kita bukan kertas putih biasa. Jadi mereka sudah siapkan dalam warna hijau, merah muda, biru… Maka apapun lembar jawab yang mereka terima, mereka bisa selipkan contekannya di bawah lembar jawab tanpa terlalu mencolok!

Tentu saja tidak semua sevulgar itu. Ada yang dengan sopan menaruh contekannya di saku kemeja, kalau lagi perlu mereka akan angkat lembar jawab tinggi-tinggi untuk menutupi aksinya melongok contekan di saku itu. Selain itu, tentu saja, saya yakin mereka ada yang main konyol, sok ke kamar kecil bolak-balik. Tentu saja di sana mereka menyimpan contekan untuk diintip, tapi pas balik ke ruang ujian, lupa lagi!

Memang, nyontek itu seni. Saya hanya punya satu kesimpulan dan tips mencontek untuk Anda semua. Cara mencontek paling efektif adalah, selipkan contekan itu di otak Anda!

4 thoughts on “Nyontek itu… seni !

  1. wih….berarti pemegang rekor nyontek paling dikit masih saya (seumur hidup 1x nyontek) hehe

    hanin: hihihi, ada yang ga pernah nyontek seumur-umur ga ya??

  2. halo mas hanin, contekan itu menurut saya hanya efektif pada mata pelajaran hafalan, kalo ketemu matematika, fisika, kimia punya list rumus juga percuma kalo ga paham, untungnya guru/dosen mapel/matkul hafalan saya lebih suka open book kalo test, tapi bukan berarti enak karena liat jabaran di buku bisa 2-3 halaman, jadi dituntut untuk bisa menjawab singkat padat dan jelas hehehehe… jadi daripada nyontek mending open book saja

    hanin: setuju, saya lebih suka ujian dengan open book. BTW, saya malah bikin “contekan” untuk pelajaran eksakta. selain rumus, saya kasih juga penjelasan singkat rumus tsb beserta simbol-simbolnya. untuk hafalan, saya biasanya bikin dalam bentuk diagram alur. meski, akhirnya, saya simpan itu contekan di tas karena setelah selesai bikin contekan semuanya udah nyangkut di otak😀

  3. Semasa kuliah S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, saya merasakan bagaimana setiap mahasiswa memang di-desain tidak bisa mencontek. Caranya bukan dengan ancaman, tetapi desain tempat duduk yang sangat berjarak antar satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya disaat ujian, sehingga tidak memungkinkan untuk mencontek. Walaupun demikian memang ada berbagai cara untuk mencontek, seperti menuliskan jawaban di selembar kertas kecil yang diselipkan di sepatu etc, namun saya tidak pernah melihat ada praktek-praktek tersebut selama saya kuliah di FEUI. Saya yakin seyakin-yakinnya teman-teman saya tidak ada yang mencontek – ya karena memang di-desain tidak bisa mencontek.

    hanin: ya, begitulah, di Bangladesh sana para pelajar dan mahasiswa malah demo menuntut agar mencontek dilegalkan😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s