Nge-Like kok Maksa

Oke. Hari gini, siapa yang ngga kenal facebook? Saya hampir yakin 95% pengunjung blog saya ini punya akun facebook. Saya sendiri punya akun facebook, meski akhir-akhir ini saya cenderung mengabaikan permintaan pertemanan di sana.

Salah satu fitur di Facebook adalah kita bisa membuat fan page. Bagus sih sebenernya, karena sesama komunitas/fan bisa sharing di situ. Meski saya agak terganggu juga jika fan page ini suka mengirim posting ke wall saya, sehingga saya matikan semua notifikasi dari page yang saya like.

Belakangan ini saya juga terganggu dengan model blog / web yang suka menaruh opsi untuk me-Like Facebook Page di halaman awalnya. Jadi saya kudu klik Like di halaman Facebook-nya, baru saya bisa masuk ke web/blog tersebut. Ada yang menyuruh saya tunggu 60 detik kalau ngga nge-Like. Barusan saya ketemu yang mengeset hingga 180 detik. Bahkan ada yang ekstrim, kalau ngga nge-Like, konten web itu ngga bisa dibuka.

Betul-betul saya kasihan dengan perilaku pemilik web tersebut. Jika saya memang suka dengan karyanya, dia cukup bikin link saja di halaman web-nya, nanti saya akan me-Like ke link tersebut. Ngga usah dipaksa begitu, belum-belum kok wajib Like.
Juga terasa aneh ketika web itu hanya boleh dibuka oleh pe-Like. Memangnya seberapa hebat sih konten web itu? Memangnya saya ngga bisa dapat konten serupa dari hasil googling? Memangnya saya tidak bisa jalan-jalan ke forum profesional yang dengan senang hati menjawab masalah yang dibahas di web yang wajib-Like itu?

Well, I don’t like you. At all.

One thought on “Nge-Like kok Maksa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s