Xon-Ce nya mana?

Ada yang masih sempat tahu iklan ini? Ya, ini iklan udah jadul banget, waktu itu jalan tol masih berasa eksklusif gitu. Jadi si bintang iklan (Elma Theana kalo ga salah) jadi penjaga pintu tol. Lalu ada yang mau bayar tol, lagi kurang sehat dia. Ditawarin Xon-Ce. Besoknya si pengendara mobil lewat tol itu lagi, tapi ngga ditawarin Xon-Ce. Maka tercetuslah itu kata-kata yang terkenal: Xon-Ce nya mana..?

Oke, sekedar nostalgia. Seumur-umur saya belom pernah ditawarin Xon Ce oleh penjaga pintu tol. Padahal sebagai komuter, saya tiap hari mondar-mandir dari pintu tol ke pintu tol. Tapi tetap saja ada ‘sesuatu’ ketika saya lewat di pintu tol.

Saya selalu bertanya-tanya: sepanjang apa ya antrian masuk pintu tol itu. Dengan jam kerja yang berbarengan se-Jakarta Raya ini, hampir dipastikan ngga ada pintu tol yang sepi ketika saya lewat. Antrian di tol Pondok Ranji bisa mencapai 500m di jam-jam sial.

Nah, setelah berjibaku berebut jalur masuk pintu tol, hiburan satu-satunya adalah tingkah polah para penjaga pintu tol. Saya sangat paham betapa membosankannya pekerjaan mereka, jadi saya menikmati bagaimana mereka membunuh kejenuhannya.

Ada yang melayani sambil berdiri. Bosan juga duduk terus di kotak kecil pintu tol itu kan. Di sisi lain, mungkin itu juga efisien untuk menyerahkan kembalian dan karcis tol pada pengemudi.

Ada yang sambil ngobrol. Tentu ini banyak dilakukan oleh penjaga tol wanita. Saya sebetulnya penasaran, teman ngobrolnya itu dari shift sebelumnya atau memang sengaja datang ke situ untuk ngobrol. Kadang begitu seru pembicaraan mereka, sampai saya memperoleh bonus satu keping 500rupiah karena dia salah hitung.

Juga ada aroma tertentu yang merebak dari kotak penjaga pintu tol itu. Di malam hari, saya beberapa kali disambut dengan hawa asap rokok. Begadang, kopi dan rokok adalah satu paket yang tidak terpisahkan.

Tapi di perjalanan pagi saya, tidak jarang saya dapat kesegaran aroma cologne dari para penjaga tol wanita. Tentu, tidak sekelas parfum Dolce & Gabbana, tapi senang saja melihat mereka bersemangat menyambut harinya yang [sepertinya] membosankan.

Nah. Terus apa ya hiburannya para pengguna e-Toll Card? Di pintu tol mereka hanya bertemu mesin. Hm, pantas saja tidak banyak yang tertarik menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s